Mahasiswa UBSI Kampus Tasikmalaya Terlibat Aktif dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Kaputihan

0 69

BSINews, Tasikmalaya — Komitmen mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya terhadap pembangunan desa berbasis teknologi tercermin dalam keterlibatan mereka pada program pengabdian masyarakat. Dua mahasiswa, Atyla dan Dwi Fitriani, ikut ambil bagian dalam program Hibah BIMA Kemendikbudristek skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Kaputihan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (28/7).

UBSI Kampus Tasikmalaya Dorong Pemberdayaan Desa Melalui Teknologi SIG

Kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan desa berbasis teknologi. Didampingi oleh dosen pembimbing, yaitu Dra. Yani Sri Mulyani, Miftah Farid Adiwisastra, dan Yanti Apriyani, kegiatan ini merupakan bagian dari proyek bertajuk Implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Partisipatif untuk Penguatan Tata Kelola Wilayah.

Dalam pelaksanaannya, tim berkesempatan berdiskusi langsung dengan Kepala Desa Kaputihan, Ujang Herman, untuk menyusun rencana kegiatan sekaligus menyerahkan hibah aplikasi SIG dan perangkat pendukungnya. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu perangkat desa dalam pengelolaan wilayah secara lebih efisien dan terstruktur.

Salah satu mahasiswa peserta, Atyla, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa pengalaman ini sangat berharga karena dapat melihat langsung bagaimana teknologi bisa diterapkan secara nyata di lingkungan masyarakat. “Ini pengalaman luar biasa. Kami bisa belajar langsung bagaimana teknologi diterapkan di masyarakat, sekaligus merasakan bagaimana rasanya terlibat dalam kegiatan yang memberi dampak nyata,” ujar Atyla dalam keterangan tertulis, Selasa (29/7).

Sementara itu, dosen pembimbing Miftah Farid Adiwisastra juga menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam proyek pengabdian seperti ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran praktis yang dapat mengasah berbagai kemampuan penting bagi mahasiswa. “Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengembangkan soft skill dan kemampuan komunikasi dengan masyarakat. Ini adalah bagian penting dari proses pembelajaran yang akan membekali mereka ketika terjun ke dunia kerja nanti,” ungkap Miftah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap pengembangan desa berbasis partisipatif. Pendekatan kolaboratif antara akademisi dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan agen perubahan yang membawa solusi nyata dari kampus untuk masyarakat. Kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan diri lebih lanjut bagi mahasiswa melalui pelatihan dan pendampingan teknologi secara berkelanjutan di desa.

Baca juga: Mahasiswa Bisa Bangun Startup Sejak Kuliah, BEC UBSI Tasikmalaya Siap Bimbing!

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong sivitas akademikanya untuk terlibat aktif dalam program-program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat berbasis teknologi.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.