Bangun Pariwisata Desa, UBSI Gelar Pelatihan Kepemanduan di Sumba Timur

0 16

BSINews, Nusa Tenggara Timur – Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan kepemanduan wisata yang dilaksanakan di Balai Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (7/7).

Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dasar pemuda dan pengelola wisata lokal dalam mendampingi wisatawan, sekaligus membangun citra pariwisata berbasis masyarakat. Kegiatan diikuti oleh 27 peserta yang terdiri dari pemuda desa, aparatur setempat, hingga pengelola potensi wisata lokal di wilayah Desa Watuhadang.

Baca juga: Pelatihan dan Uji Profisiensi Pasar Modal serta Kunjungan ke BEI: Mahasiswa UBSI Kampus Bogor Didorong Melek Investasi

Kegiatan ini merupakan bagian dari program PKM UBSI yang digagas oleh tim dosen dan mahasiswa, dengan susunan pelaksana terdiri dari Eka Dyah Setyaningsih sebagai ketua pelaksana, didampingi dosen anggota Refany Novia Siboro dan Viki Sulistia, serta mahasiswa pendamping Imam Haroen Makki Munawar, Firdhs Syawalia Noor Achmad, dan Fathiyah Salamah.

Dalam sesi penyampaian materi, Eka Dyah Setyaningsih menekankan bahwa peran pemandu wisata sangat krusial dalam membentuk kesan pertama wisatawan terhadap sebuah daerah. Ia menyebut bahwa pemandu bukan sekadar pengantar, tetapi juga duta budaya, lingkungan, serta keramahan lokal yang mencerminkan nilai-nilai masyarakat setempat.

“Pemandu wisata bukan hanya menunjukkan arah, tetapi juga menunjukkan wajah desa kepada dunia luar. Di tangan mereka, cerita, budaya, dan keramahan lokal menjadi pengalaman berkesan bagi wisatawan,” ujar Eka dalam keterangan pers, Minggu (7/7).

Peserta pelatihan mendapatkan materi seputar etika menjadi pemandu, teknik menyampaikan informasi kepada wisatawan, pengelolaan rute wisata, serta pendekatan interpretatif yang mengangkat budaya lokal Sumba. Selain itu, peserta juga mengikuti simulasi lapangan yang bertujuan melatih kemampuan teknis dan komunikasi mereka secara langsung.

Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Digital Guru PAUD, Dosen UBSI Gelar Pelatihan Inovatif di Kubu Raya

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka aktif berdiskusi, bertanya, serta menyampaikan gagasan lanjutan, termasuk usulan pembentukan kelompok pemandu desa sebagai langkah konkret pascapelatihan. Para peserta juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai tepat sasaran dan sangat aplikatif untuk mendukung pengembangan pariwisata lokal.

Program ini menjadi bukti nyata kontribusi UBSI dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di daerah tertinggal dan terluar melalui pendekatan pendidikan yang praktis dan berkelanjutan. UBSI berkomitmen untuk terus hadir dalam berbagai bentuk pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, guna membangun Indonesia dari desa melalui kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kearifan lokal.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.