UBSI Kampus Tasikmalaya Sukses Gelar Workshop IT Software Development, Pahami SDLC dan Strategi Pengembangan Perangkat Lunak

0 16

BSINews, Tasikmalaya Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui penyelenggaraan workshop IT Software Development. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri sekaligus Direktur PT Jasa Medika Transmedic, Yohanes Didi Rosandi, dengan moderator dosen Program Studi Sistem Informasi UBSI Tasikmalaya, Tuti Alawiyah, Rabu (18/6).

Workshop IT ini menjadi respons konkret atas perkembangan pesat teknologi informasi yang menuntut mahasiswa memiliki keahlian praktis dan pemahaman mendalam terkait kebutuhan industri. Para peserta dibekali pemahaman tentang Software Development Life Cycle (SDLC), tren teknologi terbaru, serta keterampilan membangun aplikasi yang siap diterapkan di dunia kerja.

Acara ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi serta peserta umum lainnya.|

Baca juga: UBSI Kampus Tasikmalaya Gelar Workshop Sistem Basis Data Berbasis Industri

Workshop IT UBSI Kampus Tasikmalaya Hadirkan Praktisi Industri

Dalam pemaparannya, Yohanes menjelaskan secara rinci tahapan-tahapan dalam SDLC, mulai dari perencanaan, pengumpulan kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, penerapan, hingga pemeliharaan sistem. Ia juga menunjukkan berbagai dokumen penting yang dihasilkan dari tiap fase pengembangan, seperti Project Charter, SRS, ERD, Class Diagram, hingga Test Report dan List Maintenance.

Peserta juga dikenalkan dengan tiga model pengembangan perangkat lunak yang populer: Waterfall, Agile, dan Spiral, berikut karakteristik, kelebihan, serta konteks penggunaannya masing-masing.

Dukungan Penuh dari Kaprodi dan Respons Positif Peserta

Kaprodi Sistem Informasi UBSI Kampus Tasikmalaya, Deddy Supriadi, mengapresiasi kegiatan ini. “Melalui workshop IT ini, mahasiswa tidak hanya mendapat teori, tetapi juga keterampilan praktis dalam menyusun dan mengembangkan sistem informasi secara bertahap. Ini menjadi bekal penting bagi mereka saat memasuki dunia kerja di bidang IT,” ujarnya.

Salah satu peserta, Muhamad Yassin, mahasiswa semester 4, turut membagikan kesannya. “Materinya sangat membuka wawasan. Saya jadi paham bahwa membuat software itu tidak asal coding, tapi harus melewati tahapan yang sistematis dan terstruktur,” katanya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UBSI dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di era digital, khususnya di bidang teknologi informasi.

Bagi siswa SMA dan SMK yang memiliki minat di bidang teknologi dan pengembangan aplikasi, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif adalah pilihan tepat. Mahasiswa akan dibimbing oleh dosen profesional, dibekali ilmu praktis, serta mendapat pengalaman industri melalui program workshop, seminar, dan magang di perusahaan IT ternama. (Femmy)

Leave A Reply

Your email address will not be published.