Aninda Cahya Kusuma Pilih Ilmu Komunikasi UBSI Kampus Fatmawati, Siap Hadapi Era Digital
BSINews, Jakarta – Ketertarikan pada dunia komunikasi membawa Aninda Cahya Kusuma, calon mahasiswa baru Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Fatmawati, menetapkan pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi. Bagi Aninda, UBSI bukan hanya sekadar kampus, tetapi merupakan tempat ideal untuk berkembang secara akademik maupun pribadi.
Langkah Cerdas Aninda di UBSI
Aninda menilai Ilmu Komunikasi sebagai bidang yang luas dan menjanjikan, membuka peluang karier mulai dari media, hubungan masyarakat, hingga industri kreatif. Ia mengaku bahwa ketertarikannya tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dan semakin mantap ketika mengetahui struktur kurikulum yang ditawarkan UBSI.
Salah satu mata kuliah yang menjadi perhatian khusus Aninda adalah public speaking, yang menurutnya sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Ia melihat pengembangan soft skill seperti kemampuan berbicara di depan umum sebagai modal penting untuk membangun rasa percaya diri dan menghadapi tantangan di masa depan. “Saya ingin belajar tidak hanya teori, tapi juga praktik komunikasi yang akan bermanfaat langsung ketika memasuki dunia kerja,” ujar Aninda dalam rilis yang diterima, Rabu (30/7).
Ia juga mempertimbangkan berbagai faktor dalam memilih kampus, seperti kualitas pendidikan, fasilitas, dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi. UBSI dinilainya memenuhi semua kriteria tersebut, terlebih dengan status akreditasi unggul dan dukungan fasilitas digital yang memadai.
Baca juga: Marisa Desvita Mantap Pilih Prodi Manajemen UBSI Kampus Fatmawati
Dengan semangat belajar yang tinggi, Aninda siap menapaki perjalanan barunya di UBSI. Ia berharap dapat tumbuh menjadi pribadi yang komunikatif, percaya diri, dan mampu bersaing di dunia profesional. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menjadi tempat strategis bagi generasi muda seperti Aninda untuk mengasah keterampilan, memperluas wawasan, dan membangun masa depan di tengah era digital yang dinamis.(Tiara Sari)