Jangan Hanya Aktif di Layar, Saatnya Gen Z Aktif Bergerak!

0 68

Oleh: Silvana Evi Linda Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Akper Bina Insan (Saat ini sedang dalam penyatuan dengan Universitas Bina Sarana Informatika Menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan UBSI)

BSINews, Jakarta-Di era digital yang serba cepat, Generasi Z (Gen Z) tampil sebagai generasi paling terhubung dengan teknologi. Mereka tumbuh bersama gawai, tumbuh dengan media sosial, dan hidup dalam ekosistem digital yang seakan tak ada jeda. Namun, di balik semua kemudahan dan konektivitas itu, ada tantangan besar yang diam-diam mengintai: gaya hidup sedentari dan dampaknya pada kesehatan fisik dan mental Gen Z.

Baca Juga: Kuliah Asik di Prodi Akuntansi yang Cocok untuk Gen Z

Di sinilah senam hadir sebagai solusi yang tidak hanya murah, mudah, dan menyenangkan tetapi juga menyelamatkan. Terutama dalam perspektif seorang perawat, senam bisa menjadi pintu awal membangun kebugaran dan ketahanan tubuh yang menjadi bekal penting bagi generasi muda.

Gen Z dan Ancaman “Digital Distraksi”

Sebagai generasi yang multitasking dan melek teknologi, Gen Z kerap menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar baik untuk belajar, bekerja, maupun hiburan. Akibatnya, banyak dari mereka mengalami kelelahan mata, penurunan fokus, peningkatan berat badan, bahkan gangguan tidur dan kesehatan mental.

Fenomena ini dikenal sebagai digital distraksi, yaitu ketergantungan terhadap perangkat digital yang membuat seseorang kehilangan kendali atas ritme hidupnya, termasuk lupa bergerak dan berolahraga. Tidak heran jika risiko penyakit metabolik seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas kini juga mengincar kalangan muda.

Langkah Strategis: Integrasi Senam dalam Gaya Hidup Digital

Mengatasi masalah ini tentu tidak cukup hanya dengan anjuran. Diperlukan pendekatan kreatif dan inovatif yang sesuai dengan karakter Gen Z. Maka, beberapa strategi berikut perlu didorong oleh sekolah, kampus, bahkan komunitas:

1. Integrasi dalam Program Pendidikan

Menjadikan senam sebagai bagian dari kegiatan rutin, baik di sekolah maupun kampus, bisa menciptakan budaya hidup sehat sejak dini.

2. Pemanfaatan Teknologi

Aplikasi kebugaran, tracker aktivitas, dan game berbasis gerakan seperti Just Dance atau VR fitness bisa menjadi pintu masuk yang menyenangkan dan digital friendly.

3. Penguatan Komunitas

Kegiatan senam massal, tantangan kebugaran, hingga kolaborasi dengan influencer kesehatan bisa menjadi langkah efektif dalam membangun antusiasme.

Baca Juga: Kampus Digital Kreatif : Alasan Milenial dan Gen Z Pilih UBSI Cikarang

Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tak hanya fokus pada teknologi, tapi juga membentuk mahasiswa yang sehat jasmani dan mental. Di tengah tantangan dunia digital, UBSI menghadirkan ekosistem pendidikan yang mendorong gaya hidup aktif dan produktif, termasuk melalui kegiatan olahraga kampus, senam pagi, serta dukungan komunitas sehat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.