BSI dan IPMI Gelar Pelatihan Storytelling Digital di Museum Fatahillah
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif bekerja sama dengan Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dengan tema “Storytelling Berbasis Digital untuk Museum: Menarik Minat Generasi Milenial dan Gen Z”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 2 November 2024, bertempat di Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, dan diikuti oleh seratus peserta yang berasal dari kalangan pemandu museum.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan para pemandu museum dalam menyampaikan informasi sejarah dan kebudayaan melalui pendekatan modern. Mengingat generasi milenial dan Gen Z cenderung lebih menyukai konten yang bersifat interaktif dan visual, storytelling berbasis digital dianggap sebagai pendekatan yang tepat agar museum tetap relevan dan diminati oleh kalangan muda.
Baca juga: Belajar Berbicara Bahasa Inggris Dengan Metode Storytelling dan Media Gambar
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas BSI, Fauzi Syarief mengatakan, “Kami percaya bahwa museum memiliki peran penting dalam melestarikan sejarah dan budaya bangsa. Namun, agar tetap relevan, museum harus mengikuti perkembangan teknologi dan menyesuaikan cara berkomunikasi dengan generasi muda. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat relevan untuk mendukung transformasi tersebut.”
Materi pelatihan yang disampaikan mencakup teknik dasar storytelling berbasis digital, cara memanfaatkan media sosial untuk promosi museum, hingga penggunaan video pendek dan infografis sebagai media edukasi. Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan aplikasi augmented reality (AR) yang dapat menciptakan pengalaman interaktif saat menjelajahi museum. Dalam sesi praktik, peserta mencoba langsung teknik yang diajarkan dengan memanfaatkan fasilitas digital yang telah disediakan.
Ketua IPMI, Amat Kusaini Al Alexs turut menyampaikan pandangannya, “Kerja sama dengan Universitas BSI ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap pemandu museum dapat lebih kreatif dalam menyampaikan informasi, sehingga museum menjadi tempat yang menarik bagi kaum muda.”
Kegiatan ini memperkuat komitmen Universitas BSI dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pengembangan literasi digital di tengah masyarakat. Melalui pelatihan ini, Museum Fatahillah diharapkan dapat menjadi pusat edukasi sejarah yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik, interaktif, dan sesuai dengan gaya belajar generasi muda Indonesia.(Niken)