UBSI Kampus Sukabumi Gelar Sertifikasi Kompetensi Analis Program, Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Industri
BSINews, Sukabumi – Dalam upaya memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Digital Kreatif melalui penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Analis Program pada Jumat (1/8).
Diuji Oleh Praktisi Profesional
Kegiatan ini melibatkan lima asesor profesional di bidang analis program, yaitu Denny Pribadi, Saeful Bahri, Rizal Amegia Saputra, A. Gunawan, dan Taufik Hidayatulloh. Sertifikasi ini dirancang untuk memberikan pengakuan formal terhadap kompetensi mahasiswa dalam bidang analisis program yang sangat dibutuhkan di era digital saat ini.
Kaprodi Sistem Informasi UBSI kampus Sukabumi, Agung Wibowo, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kampus dalam membekali mahasiswa dengan keunggulan di luar aspek akademik.
“Kami ingin lulusan UBSI tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui oleh dunia industri. Ini akan menjadi nilai tambah bagi mereka ketika memasuki dunia kerja,” ungkap Agung dalam keterangan tertulis, Jumat (1/8).
Proses sertifikasi dilakukan secara menyeluruh, mengacu pada skema Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk bidang analis program. Para peserta menjalani asesmen dokumen, wawancara teknis, serta simulasi praktik kerja nyata yang menguji kemampuan analisis kebutuhan sistem hingga penyusunan dokumen spesifikasi program.
Salah satu asesor, Denny Pribadi, menilai bahwa mahasiswa UBSI menunjukkan pemahaman yang cukup baik terhadap materi yang diujikan.
“Sebagian besar peserta mampu memahami konsep dasar analisis program dan menerapkannya dalam studi kasus yang kami berikan. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran di kampus berjalan efektif,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi UBSI kampus Sukabumi dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Sertifikasi ini menjadi tolok ukur bahwa mahasiswa telah memiliki kompetensi teknis sesuai standar industri.
Mahasiswa yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang dapat digunakan sebagai portofolio profesional saat melamar pekerjaan di perusahaan teknologi maupun instansi pemerintahan.
Salah satu peserta, Rufaidah, membagikan pengalamannya selama mengikuti proses uji kompetensi. Ia mengaku bahwa kegiatan ini tidak hanya menantang, tetapi juga membuka wawasan terhadap dunia profesional.
“Ini pengalaman pertama saya mengikuti sertifikasi profesional. Ternyata banyak hal teknis yang harus benar-benar dikuasai, tidak hanya teori dari kampus,” tuturnya.
Baca juga: Kuliah Sambil Kerja? Bisa! Ini Solusi dari UBSI Kampus Sukabumi
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa secara berkelanjutan, melalui kolaborasi dengan mitra industri dan lembaga sertifikasi. Hal ini sejalan dengan visi kampus dalam mencetak lulusan unggul, siap kerja, dan mampu berkontribusi di tengah perkembangan industri digital.
Dengan menekankan pada kualitas dan standar nasional, program sertifikasi kompetensi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi harus bersinergi dengan kebutuhan dunia kerja untuk menciptakan sumber daya manusia yang andal dan adaptif terhadap perubahan.(Tiara Sari)