Shafa Callista Raihana Arif Berbagi Kisah Inspiratif dari Barcelona: Sembilan Puluh Hari untuk Selamanya
BSINews, Jakarta – Pengalaman luar biasa datang dari Shafa Callista Raihana Arif, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yang mengikuti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2024 di Universitat Pompeu Fabra, Barcelona, Spanyol.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif memberikan dukungan penuh kepada mahasiswanya untuk berkembang secara global. Perjalanan Shafa selama satu semester di Barcelona menjadi refleksi nyata bagaimana kesempatan internasional dapat membuka cakrawala pengetahuan dan budaya.
Shafa Callista Raihana Arif Berbagi Kisah Inspiratif dari Barcelona: Sembilan Puluh Hari untuk Selamanya
Shafa mengungkapkan bahwa perjuangannya untuk menjadi awardee IISMA tidaklah mudah. Ia harus menjaga nilai, aktif di organisasi, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, hingga melalui proses seleksi yang ketat. Segala kerja keras itu terbayar saat pada 23 Maret 2024, ia resmi dinyatakan lolos dan ditempatkan di Barcelona.
Selama belajar di Universitat Pompeu Fabra, Shafa mengambil empat mata kuliah menarik, mulai dari sejarah kota Barcelona, studi film dan kelompok marginal, seni dan gender di Spanyol, hingga filsafat kontemporer. Mata kuliah dikemas dinamis, disertai field trip rutin ke museum dan situs bersejarah, yang membuatnya merasa dekat dengan budaya Catalonia.
Baca juga: BSI Explore 2025: Kisah Inspiratif & Revolusioner Mahasiswa UBSI
Tak hanya soal akademik, Shafa juga mendapatkan pelajaran penting tentang makna pertemanan. Bersama rekan-rekan sesama awardee IISMA dari seluruh Indonesia, ia menjelajahi kota Barcelona dengan suka cita, menjalin hubungan yang erat, dan bersama-sama membawa identitas Indonesia di negeri orang.
“Sembilan puluh hari ini memberikan pelajaran, pengalaman, dan kenangan yang akan saya bawa selamanya,” ungkap Shafa.
Dari keindahan Sagrada Familia hingga lorong budaya El Born, setiap sudut Barcelona menjadi bagian dari perjalanan batin dan intelektualnya. Shafa merasa bersyukur atas kesempatan ini dan berharap dapat membagikan semangat serta inspirasinya kepada mahasiswa UBSI lain. (Niken)