Diskusi Politik Dinasti Kalbar: Mahasiswa UBSI Ambil Peran dalam Ruang Demokrasi

0 39

BSINews, Pontianak Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mendorong mahasiswanya untuk aktif dalam berbagai forum intelektual dan diskusi publik. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut terlihat dalam partisipasi mahasiswa UBSI kampus Pontianak dalam acara diskusi bertema “Masa Depan Kalimantan Barat dan Bayang-Bayang Politik Dinasti” yang diselenggarakan oleh platform media Kolase.id pada Selasa, 10 September 2024 di CW Coffee Tanjung Sari, Pontianak.

Kegiatan ini menghadirkan pembahasan mendalam seputar isu politik dinasti di Kalimantan Barat dan dihadiri oleh akademisi, aktivis, serta masyarakat umum. Diskusi yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan pembicara seperti Haji Ireng Maulana (Pengamat Politik), Amiruddin M. Yamin (Ketua KPU Kota Singkawang), Hermawansyah (Aktivis Gerakan Sosial), Lutfi Almutahar (Anggota DPRD Kota Pontianak periode 2019–2024), dan dipandu oleh Rizki Fadriani sebagai host.

Diskusi Politik Dinasti Kalbar: Mahasiswa UBSI Ambil Peran dalam Ruang Demokrasi

Dengan gaya penyampaian santai namun tetap kritis, diskusi ini membangkitkan antusiasme peserta, termasuk mahasiswa UBSI yang aktif menyuarakan pandangan. Suasana interaktif, penuh candaan, tapi tetap substansial membuat forum ini hidup dan bernas.

“Kami ingin generasi muda, termasuk mahasiswa, tidak apatis terhadap politik lokal. Politik dinasti bukan hanya isu elite, tapi soal arah masa depan daerah kita,” ujar Hermawansyah dalam diskusi tersebut, Selasa (10/9/2024).

Baca juga: Pemilihan Presiden Indonesia: Edukasi Politik Mahasiswa UBSI di SMA Bogor

Isu-isu yang dibahas meliputi dampak politik dinasti terhadap demokrasi daerah, peran masyarakat sipil dalam pengawasan politik, hingga strategi meningkatkan partisipasi politik warga.

Diskusi ini menjadi ruang reflektif sekaligus ajakan bagi mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam proses demokrasi. Mahasiswa UBSI yang hadir tidak hanya belajar memahami wacana politik, tetapi juga mengasah kesadaran kritis dalam menyikapi dinamika sosial-politik di Kalimantan Barat.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.