Tak Hanya Bangun Website, Mahasiswa UBSI Bikin Guru SMP di NTT Melek Pembelajaran Modern
BSINews , Ngada – Program KKN Merajut Nusantara III yang digelar di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menjadi panggung inspiratif bagi Panca Adiguna Muharram, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif. Tidak hanya membantu membangun website desa dan mengedukasi warga tentang pengembangan ekonomi pariwisata, Panca mendapat kepercayaan besar untuk membantu tutor pelatihan dari dosen dalam mengajar para guru SMP di wilayah tersebut.
Bertempat di SMPN 1 Satu Atap (SATAP) Desa Lengkosambi Barat, ia membawakan sesi Deep Learning yang membahas strategi pembelajaran, administrasi, dan penyusunan modul ajar bagi guru, serta Joyful Learning untuk siswa melalui pembuatan drama, origami pesawat “Cita-Cita”, ice breaking tarian daerah, dan permainan Simon Says. Kegiatan yang berlangsung mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2025 ini menjadi bukti pengakuan terhadap kompetensi dan integritas mahasiswa UBSI di mata masyarakat serta institusi pendidikan setempat.
Tak Hanya Bangun Website, Mahasiswa UBSI Bikin Guru SMP di NTT Melek Pembelajaran Modern
Panca menjelaskan metode deep learning kepada para guru sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas pembelajaran. Pendekatan ini mendorong guru memahami strategi mengajar yang efektif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Saya ingin para guru di sini merasakan manfaat dari pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif, sehingga materi yang mereka sampaikan dapat lebih mudah dipahami siswa,” ujar Panca dalam keterangan tertulis, Jumat (15/8).
Sementara Joyful Learning yang dibawakan untuk siswa menggabungkan permainan dan kreativitas guna meningkatkan minat belajar sekaligus membentuk karakter positif.
“Bagi saya, belajar tidak harus selalu serius. Dengan permainan dan aktivitas kreatif, siswa bisa belajar sambil tertawa dan tetap menyerap materi dengan baik,” tambahnya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Merajut Nusantara III dari UBSI, Ade Suryadi, mengapresiasi penuh dedikasi mahasiswa bimbingannya tersebut. Menurutnya, yang dilakukan Panca adalah bukti bahwa KKN bukan sekedar program wajib. Melainkan wadah kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Bangun Website Desa Lengkosambi Barat Daya, Dukung Edukasi Ekonomi dan Wisata Lokal
“Mendapat kepercayaan mengajar guru SMP di daerah pemekaran seperti Desa Lengkosambi Barat bukan hal kecil. Itu artinya kemampuan akademik, kepribadian, dan cara berkomunikasi Panca telah diakui oleh pihak sekolah,” ujarnya.
Ade menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam peningkatan kualitas pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) sejalan dengan misi UBSI mencetak lulusan berkompetensi global dan berjiwa sosial.
“Panca tidak hanya mengajar materi, tapi juga membangun hubungan emosional yang positif dengan guru dan siswa. Metode deep learning membuka wawasan para pendidik tentang strategi pembelajaran modern, sementara Joyful Learning membuat siswa merasa belajar adalah hal yang menyenangkan. Ini adalah bentuk pengabdian yang berdampak jangka panjang,” jelasnya.
Kegiatan Panca di SMPN 1 SATAP Desa Lengkosambi Barat menjadi bagian penting dari rangkaian KKN Merajut Nusantara III yang diikuti 27 perguruan tinggi di bawah LLDIKTI Wilayah III. Melalui program ini, mahasiswa UBSI kembali membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan akademis, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.(Niken)