Tingkatkan Kapasitas Digital, Guru SMAN 48 Jakarta Ikuti Workshop Digital Kreatif Bersama UBSI
BSINews, Jakarta – Seluruh tenaga pendidik di SMAN 48 Jakarta berpartisipasi dalam Workshop Digital Kreatif yang diadakan di aula utama sekolah, bekerja sama dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif. Kegiatan yang digelar pada Rabu (21/5) ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan guru dalam menghadapi era digitalisasi pendidikan, membekali mereka dengan literasi dan inovasi teknologi dalam proses mengajar.
Workshop ini fokus pada pemanfaatan alat bantu digital, strategi pembelajaran berbasis teknologi, serta pengenalan tren AI dan platform pembelajaran yang aplikatif. Sebagai narasumber utama, Rian Septian Anwar, seorang praktisi dan edukator digital, membawakan materi dengan pendekatan praktis dan inspiratif.
Kepala Sekolah, Luhur Setiawati, membuka acara dengan menekankan pentingnya peran guru dalam dinamika pendidikan modern.
Guru SMAN 48 Jakarta Ikuti Workshop Digital Kreatif
“Peningkatan kapasitas guru bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan yang harus terus dipenuhi. Saya sangat mengapresiasi semangat para guru SMAN 48 yang hadir hari ini untuk terus belajar, beradaptasi, dan bertransformasi,” ujarnya, dalam keterangan rilis, Kamis (22/5).
Sesi pelatihan dikemas dalam bentuk praktik langsung, di mana para guru diajak untuk mengenal berbagai tools digital, termasuk platform presentasi interaktif dan aplikasi AI pendukung pembelajaran. Selain itu, mereka juga mendapatkan informasi mengenai beasiswa pengembangan guru, baik dari pemerintah maupun swasta.
Para peserta terlihat antusias, aktif berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan. Salah satu guru, Widya, mengungkapkan,
“Selama ini saya merasa terbatas dengan metode konvensional. Workshop ini membuka mata saya bahwa banyak sekali alat dan pendekatan baru yang bisa membuat kelas saya lebih hidup,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SMAN 48 Jakarta menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan berkualitas yang didukung oleh guru-guru yang kompeten, inovatif, dan siap bertransformasi secara digital.