BSINews, Solo – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo mendorong mahasiswanya untuk terus meningkatkan kompetensi digital melalui partisipasi dalam Program Microcredential yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Program ini dilaksanakan pada Semester Gasal 2024/2025 secara daring pada Jumat (19/7), khususnya untuk mahasiswa Program Studi Sistem Informasi.
Ikuti Program Microcredential dari Kominfo
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi. Program Microcredential ini menjadi salah satu upaya strategis kampus dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan spesifik yang sesuai kebutuhan industri. Salah satu topik yang diikuti mahasiswa UBSI Kampus Solo adalah Fundamentals of Cloud Computing and Networking Administration. Materinya mencakup konsep dasar komputasi awan, model layanan cloud (IaaS, PaaS, SaaS), arsitektur dan keamanan jaringan di cloud, pengelolaan sumber daya jaringan dan virtualisasi, hingga administrasi server dan database berbasis cloud.
Selain teori, peserta juga mengikuti sesi praktikum menggunakan platform cloud terkemuka seperti AWS dan Alibaba untuk memperkuat pemahaman mereka. Keunggulan program ini adalah adanya sertifikasi resmi yang dapat meningkatkan portofolio profesional mahasiswa.
Supriyanta, Kaprodi Sistem Informasi UBSI Kampus Solo, menyampaikan bahwa mahasiswa sangat antusias mengikuti pelatihan ini.
“Alhamdulillah, mahasiswa UBSI Kampus Solo banyak yang tertarik dengan program dari Kominfo tersebut. Materi Cloud Computing untuk mahasiswa Prodi Sistem Informasi dilaksanakan secara online. Nantinya, setelah selesai, nilai dari pelatihan tersebut akan dikonversi ke mata kuliah Teknologi Web Service sebanyak 4 SKS. Mahasiswa yang eligible juga akan difasilitasi sertifikat global ACA dari Alibaba,” ujarnya.
Melalui keterlibatan dalam program Microcredential ini, UBSI Kampus Solo berupaya membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan dunia kerja. Harapannya, mahasiswa tidak hanya siap menghadapi perkembangan teknologi digital, tetapi juga mampu bersaing di industri global dengan bekal sertifikasi internasional.(Teguh)