BSINews, Yogyakarta – Kecerdasan buatan (AI) bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan senjata generasi muda untuk menembus dunia bisnis digital masa kini. Hal ini terbukti dalam Pelatihan Digital Entrepreneur Academy 2025 yang digelar oleh Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Kominfo Yogyakarta bekerja sama dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) pada Selasa (27/5). Pelatihan bertema Pemasaran Digital dengan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Wirausaha ini berhasil menyulut semangat 92 mahasiswa UBSI dari Kampus Yogyakarta dan Solo.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 16.00 WIB dengan durasi tujuh jam pelajaran (7 JP). Peserta berasal dari Prodi Sistem Informasi dan Perhotelan semester 2 dan 4. Dari 99 pendaftar, hanya 92 yang lolos seleksi, kemudian dibagi ke dalam dua kelas, yaitu Kelas A dan B.
Mahasiswa UBSI Semangat Jadi Pebisnis Digital
Pelatihan dipandu oleh dua pengajar berpengalaman, Noor Hasan dan Sardiarinto, yang menyajikan enam materi utama. Mulai dari pengenalan AI untuk pemasaran digital, riset pasar dan persona buyer, pembuatan konten teks, gambar, hingga video berbasis AI, strategi optimasi kampanye dan analisis data, sampai penyusunan action plan sebagai Digital AI Expert.
Metode belajar dikemas interaktif dengan ceramah, diskusi, dan praktik langsung menggunakan tools populer seperti ChatGPT, Canva AI, dan Google Trends.
“Baru tahu ternyata AI bisa bantu kita bikin konten promosi dalam hitungan menit,” ujar Dita, salah satu peserta.
Baca juga:Seminar Kemerdekaan Digital UBSI Kampus Cikampek Kupas Tuntas Peran AI dalam Pendidikan dan Bisnis
Noor Hasan menegaskan bahwa materi pelatihan dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi langsung mampu mengaplikasikannya.
“Kami ingin mahasiswa benar-benar siap memulai usaha digital sejak dini,” ungkapnya.
Sementara itu, Sardiarinto menambahkan bahwa AI bukan sekadar topik akademik.
“AI adalah alat kerja. Kalau dimanfaatkan dengan cerdas, mahasiswa bisa jadi entrepreneur yang adaptif dan kreatif,” ujarnya.
Dengan semangat tinggi peserta, materi relevan, dan pelaksanaan yang lancar, pelatihan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UBSI siap menatap masa depan sebagai pebisnis digital berbasis teknologi AI.(Teguh)