UBSI dan BIMA Kemdiktisaintek Perkuat BUMDes Bagja Waluya Lewat Digitalisasi Keuangan dan Branding
BSINews, Tasikmalaya — Pengelolaan keuangan yang transparan dan strategi promosi yang efektif menjadi kunci penting dalam memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih berdaya saing. Tantangan inilah yang dihadapi BUMDes Bagja Waluya, sehingga dibutuhkan inovasi melalui digitalisasi keuangan dan pemanfaatan media sosial. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya bersama program hibah BIMA Kemdiktisaintek menggelar sosialisasi bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Keuangan BUMDes Bagja Waluya Melalui Strategi Digital dan Inovasi Usaha” di Aula Desa Sumberjaya, Kecamatan Ciamis, pada Rabu (13/8).
Branding dan Keuangan Digital untuk BUMDes
Selama ini, BUMDes Bagja Waluya menghadapi kendala dalam promosi dan pencatatan keuangan di setiap unit usaha. Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim PKM UBSI menghadirkan pelatihan intensif yang mencakup penyusunan company profile, pengelolaan konten media sosial, penguatan branding, hingga manajemen keuangan desa berbasis digital.
Materi disampaikan oleh para ahli di bidangnya. Firman Maulana memaparkan cara menyusun company profile yang menarik dan strategi media sosial yang berkelanjutan. Idris Sunani Al Firdaus membahas pentingnya pengelolaan keuangan yang akuntabel melalui pencatatan dan pelaporan digital. Sementara itu, Husna Mudzaki memperkenalkan konsep branding sebagai upaya membangun identitas visual dan narasi usaha agar lebih dikenal masyarakat.
Apresiasi datang dari Kepala Desa Sumberjaya, H. Haris Iwan Gunawan, yang menilai kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi perangkat desa. Direktur BUMDes Bagja Waluya, Asep Rohendi, juga menegaskan komitmennya untuk menerapkan strategi promosi dan sistem keuangan digital yang dipelajari.
“Kami akan segera mengaplikasikan hasil pelatihan ini agar BUMDes lebih tertata dan mampu bersaing,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/8).
Ketua Tim PKM, Ir. Ai Ilah Warnilah, menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan bagi desa. Menurutnya, desa yang mampu beradaptasi dengan teknologi akan lebih profesional dan kompetitif. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen mendukung transformasi digital masyarakat desa agar mampu memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing BUMDes.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta dan diharapkan menjadi awal pendampingan berkelanjutan dalam memperkuat citra serta kapasitas BUMDes Bagja Waluya, baik secara finansial maupun digital.(Tiara Sari)