BSINews, Yogyakarta – Dalam rangka merayakan kemerdekaan sekaligus mendorong inovasi di era digital, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta akan menyelenggarakan Seminar Kemerdekaan Digital dengan tema “Harmonizing Creativity and Innovation Based on Heritage”. Seminar ini menjadi wadah untuk mengharmonikan kreativitas, inovasi, dan warisan budaya sebagai fondasi penting menghadapi tantangan zaman digital. Kegiatan ini akan digelar pada Kamis, 4 September 2025, bertempat di Yogyatorium Dagadu Djokdja, Jl. Gedongkuning Selatan No.128, Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta.
Seminar Kemerdekaan Digital: Harmonizing Creativity and Innovation Based on Heritage
UBSI kampus Yogyakarta menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi bisnis kreatif, dan tokoh promosi pariwisata, sehingga seminar ini menjadi ruang belajar yang kaya perspektif. Seminar ini menghadirkan Keynote Speaker Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam paparannya, ia akan memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya memadukan nilai budaya dan pariwisata dengan perkembangan teknologi digital.
Selain itu, tiga narasumber utama akan mengisi diskusi dengan fokus materi masing-masing. Isnielma Nurwulan, Head of Creative Marketing & Innovation HeHa Group, akan membahas strategi inovasi kreatif dalam bisnis pariwisata dan hiburan. Mia Argianti, Direktur Dagadu, brand lokal legendaris Yogyakarta, akan berbagi pengalaman menjaga keberlanjutan brand berbasis heritage sekaligus tetap relevan dengan generasi muda. Dr. Ani Wijayanti, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBSI, akan mengupas peran akademisi dalam mendorong inovasi digital tanpa melupakan kearifan lokal.
Kombinasi para pembicara ini menjadikan seminar sebagai forum yang tidak hanya mengulas teori, tetapi juga praktik nyata di lapangan. Panitia pelaksana menjelaskan bahwa seminar ini menjadi momentum penting untuk mendorong dialog lintas sektor antara dunia pendidikan, pelaku industri kreatif, dan masyarakat. Ia menambahkan,
“Melalui seminar ini, kami ingin mengharmonikan kreativitas dan inovasi dengan heritage, sehingga menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan era digital,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/8).
Vadlya Maarif, Kepala Kampus UBSI kampus Yogyakarta, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif dan kontekstual. Ia menyampaikan bahwa penguasaan teknologi digital harus tetap dibarengi dengan pelestarian budaya lokal, dan seminar ini menjadi ruang bersama untuk membicarakan bagaimana kreativitas dan inovasi bisa tumbuh tanpa tercerabut dari akar budaya.
“Harapannya, mahasiswa, guru, maupun masyarakat bisa terinspirasi untuk terus berkarya sekaligus menjaga warisan budaya bangsa,” tuturnya.
UBSI kampus Yogyakarta terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang berdampak luas bagi mahasiswa maupun masyarakat. Seminar Kemerdekaan Digital ini menjadi salah satu upaya UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ekosistem pendidikan, pariwisata, dan industri kreatif di Yogyakarta.
Baca juga: 5 Alasan Memilih Kampus Akreditasi Unggul dengan Prodi Pariwisata di Yogyakarta
Dengan mengambil tempat di Yogyatorium Dagadu Djokdja, seminar ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri kreatif lokal. Lokasi yang identik dengan kreativitas anak muda Yogyakarta menjadi simbol sinergi antara dunia akademik, bisnis, dan budaya.
Panitia mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana menambah wawasan, memperluas jaringan, sekaligus merayakan semangat kemerdekaan dengan cara relevan di era digital. Dengan tema “Harmonizing Creativity and Innovation Based on Heritage”, seminar ini diharapkan menjadi tonggak inspiratif dalam membangun Indonesia yang inovatif, kreatif, sekaligus berakar pada budaya bangsa.(Tiara Sari)