RTM 2025 UBSI: Menuju Lulusan yang Unggul dan Berdaya Saing di Era Global
BSINews, Jakarta–Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif baru saja menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) 2025 pada 25-26 Agustus 2025. Kegiatan hybrid yang berlangsung di Aula Firdaus Kampus Jatiwaringin dan melalui daring ini diikuti oleh 95 peserta dari berbagai unsur, termasuk rektorat, dekanat, pimpinan program studi, biro, bagian, dan unit kerja. RTM tahunan ini merupakan bagian penting dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UBSI dan menjadi forum evaluasi strategis untuk memastikan standar mutu akademik dan non-akademik berjalan optimal.
Dengan tema “Perbaikan Mutu Berkelanjutan untuk Menghasilkan Lulusan UBSI Unggul & Berdaya Saing Global”, RTM 2025 membahas berbagai aspek, mulai dari hasil audit internal yang meliputi fakultas, program studi, hingga unit pendukung, hingga integrasi masukan dari berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Evaluasi juga mencakup kinerja proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan layanan penunjang. Selain itu, RTM juga memantau tindak lanjut dari tindakan korektif dan pencegahan atas temuan audit sebelumnya, serta meninjau rekomendasi RTM tahun lalu dan dampaknya terhadap peningkatan mutu.
Baca juga: Generasi Z, Siap Menjadi Digital Talent? UBSI Tawarkan Peluang dan Beasiswa Unggulan
RTM 2025 UBSI
Rektor UBSI, Prof Dr Ir Mochamad Wahyudi, menekankan pentingnya RTM sebagai instrumen dalam menjaga keberlangsungan budaya mutu.
“RTM bukan hanya agenda administratif, melainkan forum strategis yang mengintegrasikan refleksi, evaluasi, dan perencanaan. Melalui RTM 2025, kami meneguhkan komitmen bahwa setiap proses di UBSI harus bermuara pada pencapaian mutu yang semakin baik, untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global,” tegasnya.
Suparni, Ketua Pusat Penjaminan Mutu UBSI, menyampaikan bahwa RTM menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar-unit.
“Dengan keterlibatan semua pemangku kepentingan, RTM memberikan ruang bagi evaluasi terbuka sekaligus kolaborasi dalam menentukan langkah-langkah perbaikan. Hasil dari RTM ini akan dituangkan dalam rencana tindak lanjut yang terukur dan berorientasi hasil,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (27/8).
Laporan hasil audit internal disampaikan oleh Lita Sari Marita, Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA), yang memaparkan capaian dan temuan dari berbagai unit kerja. Diskusi intensif kemudian dilakukan, melibatkan dekan dan pimpinan program studi yang memberikan masukan terkait perbaikan di bidang pembelajaran dan non-akademik.
Sementara itu, Rachmat Adi Purnama, Dekan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI), menyampaikan pentingnya menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
“Melalui forum ini, kami dapat mengintegrasikan masukan dari DUDIKA dan asosiasi profesi agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sumanto, Ketua Program Studi Informatika, menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan di tingkat prodi untuk memastikan seluruh capaian pembelajaran lulusan sesuai dengan standar nasional dan internasional.
Baca juga: Resmi Akreditasi Unggul, Prodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Solo Buktikan Kualitasnya
Hari kedua RTM mencakup laporan hasil survei kepuasan layanan, hasil tracer study, dan laporan kinerja fakultas. Beberapa fokus perbaikan mutu yang ditekankan meliputi penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan keterlibatan DUDIKA, perluasan sertifikasi kompetensi eksternal untuk mahasiswa, penguatan sistem tracer study berbasis digital, peningkatan kualitas penelitian dan publikasi internasional, dan pengembangan inovasi layanan akademik berbasis teknologi.
Hasil RTM 2025 akan ditindaklanjuti dalam bentuk rencana aksi (action plan) pada September 2025. Dengan pelaksanaan RTM secara konsisten, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen memperkuat budaya mutu berkelanjutan demi mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing global.