UBSI Kampus Purwokerto Latih 5.000 Guru dan 10.000 Siswa Agar Mahir Menggunakan AI

0 53

BSINews, Purwokerto — Dalam rangka mendukung penguasaan teknologi dan meningkatkan literasi digital di era revolusi industri 4.0, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Purwokerto bersama Digital Creative Community (DICO) menginisiasi program nasional untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan penggunaan kecerdasan buatan (AI). Sebagai langkah awal, UBSI akan menggelar seminar nasional bertajuk “Independence Day: Artificial Intelligence Conference” pada Selasa, 2 September 2025, pukul 08.00–12.00 WIB di Luminor Hotel Purwokerto.

Latih 5.000 Guru dan 10.000 Siswa Agar Mahir Menggunakan AI

Program cermAI (Cerdas Menggunakan Artificial Intelligence) hadir untuk menjawab kebutuhan mendesak bangsa dalam meningkatkan literasi digital. Sebanyak 5.000 guru dan 10.000 siswa tingkat SMA/K/MA sederajat di seluruh Indonesia akan mendapatkan pelatihan khusus agar mampu memahami, memanfaatkan, dan mengkritisi penggunaan teknologi AI secara bijak.

Kepala Kampus UBSI kampus Purwokerto menegaskan pentingnya peran guru dan siswa dalam membangun ekosistem digital yang kuat di Indonesia.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan, sementara siswa adalah generasi penerus. Jika keduanya terbiasa berpikir kritis dan adaptif terhadap teknologi, maka Indonesia akan melahirkan ekosistem digital yang tangguh,” ujar Chandra, dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8).

Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara berpengalaman di bidang teknologi, pendidikan, dan industri. Mereka adalah Bryan Giva, Co-Founder DICO; Dr. Ir. Hurul Hidayat, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan & Alumni FT Unsoed sekaligus DPP APTIKOM; Verry Riyanto, Head of Technology & Information UBSI; Pujianto, Ketua ASPIKMAS; Refa Anisatul, Data Scientist BCA; serta Joddy Caprinata, Founder & COO of Posting Indonesia.

Topik yang dibahas mencakup pemanfaatan AI dalam industri finansial, adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan teknologi, peran komunitas digital, hingga peluang wirausaha berbasis AI yang relevan untuk generasi muda.

Ketua DICO menegaskan bahwa cermAI bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan nasional literasi AI. Dengan pelatihan ini, diharapkan lahir komunitas belajar AI di berbagai daerah untuk mempercepat transformasi digital Indonesia.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas SDM, Dosen Sistem Informasi UBSI Kampus Purwokerto Ikuti Pembekalan Strategi Raih Jabatan Lektor Kepala

Program ini juga dirancang agar siswa tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi mampu menciptakan solusi nyata melalui riset, produk kreatif, dan inovasi sosial. Hal ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045 yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi untuk menghadapi tantangan global.

Pemilihan Purwokerto sebagai lokasi seminar menegaskan bahwa literasi digital harus merata dan inklusif, tidak hanya terpusat di kota besar. Sebagai kota pendidikan yang dinamis, Purwokerto diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menggelar acara serupa dan memperkuat kolaborasi menuju masyarakat Indonesia yang cerdas secara digital. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen terus mendukung transformasi ini melalui program-program inovatif yang memberdayakan pendidik dan generasi muda di seluruh Indonesia.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.