BSINews, Jakarta — Generasi muda mendapat kesempatan memperdalam pemahaman tentang kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) melalui Seminar Kemerdekaan Digital yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Fatmawati pada Selasa (26/8). Kegiatan ini mengusung tema “Artificial Intelligence Hype & Reality in Indonesia” dan dihadiri ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menandakan bahwa topik AI kini semakin akrab dalam diskusi sehari-hari mereka.
Literasi AI sebagai Kunci Kemerdekaan Teknologi
Dalam sambutannya, Kepala Kampus UBSI kampus Fatmawati, Ishak Kholil, menekankan urgensi literasi AI bagi generasi muda dalam menghadapi era industri 4.0. Ia menyoroti pentingnya penguasaan AI agar siswa dapat bersaing di tingkat global.
“Kemerdekaan hari ini berarti bebas dari ketertinggalan teknologi. Generasi muda harus siap menguasai AI sebagai bekal masa depan,” ujar Ishak.
Seminar menghadirkan dua praktisi AI sebagai narasumber. Ricki Sastra memaparkan materi AI for Education, menekankan pemanfaatan teknologi untuk mempersonalisasi pembelajaran. Sementara Jordy Lasmana Putra membahas AI for Business, yang menjadi kunci efisiensi dan inovasi dalam dunia usaha. Kedua pemateri memberikan wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan, sehingga peserta memahami manfaat nyata penguasaan AI.
Baca juga: Generasi Z, Saatnya Merdeka Digital dengan Bijak Bersama UBSI Kampus Fatmawati
UBSI kampus Fatmawati berharap kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat literasi AI di kalangan pelajar. Dengan pengetahuan yang tepat, generasi muda tidak hanya siap menghadapi tantangan era digital, tetapi juga berpotensi menjadi pionir inovasi baru. Hal ini sejalan dengan peran UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang aktif membangun generasi cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi.(Siti Hafizah)