Yoga Gandara Ajak Generasi Muda Kembali Menyentuh Buku di Era Digital
BSINews, Karawang – Menjelang pelaksanaan Seminar Literasi bertema “Kembali ke Buku: Menghidupkan Literasi di Tengah Gempuran Teknologi” yang digelar di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif pada 19 Juni 2025, narasumber utama, Yoga Gandara menyampaikan pandangan dan antusiasmenya mengenai pentingnya literasi di era digital.
Yoga Gandara Ajak Generasi Muda Kembali Menyentuh Buku di Era Digital
Sebagai dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Yoga menekankan bahwa gelombang teknologi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi semangat membaca dan menulis. Menurutnya, perkembangan teknologi justru perlu dijadikan sarana pendukung untuk membumikan literasi.
“Teknologi memang menawarkan kecepatan dan kemudahan, tetapi buku, baik dalam bentuk fisik maupun digital, tetaplah media utama dalam membentuk karakter dan memperdalam pemahaman. Literasi bukan sekadar membaca, tapi juga berpikir kritis dan reflektif,” ungkap Yoga.
Ia mengaku senang dan terhormat bisa hadir sebagai pembicara di UBSI kampus Cikampek. Menurutnya, kesempatan ini menjadi momentum berharga untuk berbagi semangat literasi kepada generasi muda, terutama di tengah fenomena menurunnya minat baca.
Baca Juga:Generasi Muda Belajar AI, UBSI Kampus Cengkareng Tunjukkan Semangat Kemerdekaan Digital
“Bisa menjadi bagian dari acara ini adalah kehormatan tersendiri. Saya percaya mahasiswa dan siswa adalah agen perubahan. Ketika mereka melek literasi, mereka memiliki kekuatan untuk berpikir jernih, bersikap bijak, dan bertindak cerdas. UBSI telah memberi ruang untuk membangun kesadaran itu, dan saya bangga bisa turut serta,” tambah Yoga.
Ia berharap seminar ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mampu menumbuhkan kembali kebiasaan membaca, memperluas wawasan, serta membangun koneksi antara peserta dengan literasi sebagai gaya hidup.
Dengan semangat yang dibawanya, Yoga Gandara optimis literasi tetap dapat hidup dan berkembang meski tantangan zaman terus berubah. Seminar ini bukan hanya soal kembali ke buku, tetapi juga kembali ke akar peradaban: pengetahuan dan kebijaksanaan. (Safika Rahman)