Juara Dua, Harga Diri Tetap Utuh: Cerita SMK Polimedik Depok di Final Futsal BSI FLASH 2026 Kota Bogor

0 83

BSINews, Bogor – Final futsal di Sport Center Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cilebut itu panasnya bukan main. Bukan cuma karena keringat pemain, tapi juga karena sorak suporter yang udah kayak komentator bola dadakan. Jumat siang itu (12/9), SMK Polimedik Depok harus mengakui keunggulan SMK Yapia Parung. Skor mungkin nggak berpihak, tapi perjuangan mereka jelas bikin banyak orang angkat topi.

Polimedik Depok akhirnya pulang dengan status juara dua. Bukan juara satu, tapi juga bukan pulang tangan kosong. Mereka bawa trofi, medali, uang pembinaan, plus beasiswa kuliah di UBSI. Lumayan banget, kan? Jauh lebih berharga daripada sekadar piala kaca yang dipajang di ruang guru.

Baca juga: Juara di Lapangan, Juara di Hidup: Cerita SMK Yapia Parung dari Futsal Competition BSI FLASH 2026 Kota Bogor

Kapten tim, Rifki, kelihatan lega walau jelas ada rasa menahan kecewa di wajahnya, “Kami sudah berusaha maksimal di lapangan. Meski belum berhasil jadi juara pertama, posisi juara dua ini tetap sangat berarti bagi kami. Kekompakan dan semangat tim adalah kunci utama kami bisa sampai ke final,” katanya dengan nada mantap.

Pelatih mereka, Latif, nggak kalah adem suaranya, “Anak-anak sudah berjuang keras dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kekalahan di final bukan akhir, justru harus jadi motivasi untuk berlatih lebih giat lagi. Saya percaya, ke depan mereka bisa tampil lebih matang dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya, lebih mirip bapak bijak daripada pelatih yang timnya baru kalah.

Ade Kurniawan, Ketua Pelaksana BSI FLASH 2026, juga nggak lupa kasih kredit, “Selamat untuk SMK Polimedik Depok yang berhasil jadi juara 2. Mereka bermain luar biasa sejak babak penyisihan hingga final. Meski belum juara pertama, perjuangan mereka patut diapresiasi karena telah memberikan tontonan yang menarik dan inspiratif,” katanya.

Kalau dipikir-pikir, jadi juara dua itu ibarat duduk di kursi tengah angkot yang sempit, tapi tetap jalan. Ada rasa bangga, tapi juga ada sedikit sesal, apalagi kalau ingat betapa tipis jarak antara juara satu dan dua. Tapi justru di situlah pelajarannya, hidup nggak melulu soal siapa paling depan, tapi siapa yang berani terus melangkah meski tertinggal.

Baca juga: Empat Tim Siap Rebutkan Tiket Final Futsal BSI FLASH 2026 Kota Bogor

BSI FLASH 2026 yang diusung UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif sendiri memang nggak pernah sekadar tentang skor atau piala. Dari futsal, voli, sampai basket, ajang ini selalu jadi panggung buat generasi muda nunjukin semangat, sportivitas, dan mental baja. Total hadiah Rp80 juta plus beasiswa ratusan juta rupiah mungkin bikin mata berbinar, tapi cerita di baliknya jauh lebih mahal yaitu soal kerja sama, jatuh-bangun latihan, sampai tawa dan air mata di lapangan.

Dan kalau mau jujur, status juara dua nggak pernah bikin harga diri runtuh. Justru di sanalah tumbuh cerita paling manusiawi bahwa kalah di final bukan akhir dunia, melainkan awal dari bab baru. Lagi pula, siapa tahu, tahun depan Polimedik Depok balik lagi, bukan cuma dengan semangat, tapi juga dendam manis yang siap dituntaskan.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.