Juara di Lapangan, Juara di Hidup: Cerita SMK Yapia Parung dari Futsal Competition BSI FLASH 2026 Kota Bogor

0 87

BSINews, Bogor – Di lapangan Sport Center Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cilebut, Jumat siang itu (12/9), suasana pecah. Sorak penonton meledak seperti kembang api saat SMK Yapia Parung berhasil menekuk SMK Polimedik Depok di partai final. Nggak ada yang lebih nikmat buat anak sekolah selain menang di depan puluhan pasang mata. Rasanya kayak dapet nilai 100 di ulangan matematika, langka, bikin bangga, dan pasti diceritain ke semua orang.

SMK Yapia Parung akhirnya keluar sebagai juara satu, bawa pulang trofi, medali, uang pembinaan, dan bonus paling manis yaitu beasiswa kuliah di UBSI. Kalau kata anak-anak sekarang, “ini sih win-win solution”, menang di lapangan, sekaligus dapet tiket masa depan.

Baca juga: Empat Tim Siap Rebutkan Tiket Final Futsal BSI FLASH 2026 Kota Bogor

Kapten tim, Kenzo Raka Raditya, suaranya masih ngos-ngosan waktu diwawancara, tapi matanya berbinar kayak habis ketemu idola K-Pop.

“Kami sangat bersyukur bisa menjadi juara. Kemenangan ini hasil dari kerja keras seluruh tim, dukungan sekolah, dan doa dari banyak pihak. Yang paling penting, kami bermain dengan semangat kebersamaan dan sportivitas,” katanya.

Pelatih mereka, Dede Julian Hartajat, nggak kalah bangga, tapi tetap realistis. Buatnya, juara itu bukan garis finish, tapi pintu masuk babak baru.

“Kami bangga dengan pencapaian anak-anak. Namun yang lebih penting, mereka belajar disiplin, kerja sama, dan mental juara. Harapan saya, prestasi ini bisa terus dijaga bahkan ditingkatkan, sehingga mereka bisa melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Di sisi lain, Ade Kurniawan selaku Ketua Pelaksana BSI FLASH 2026 ikut nimbrung kasih apresiasi, “Selamat kepada SMK Yapia Parung yang berhasil menjadi juara 1. Mereka telah menunjukkan permainan terbaik dengan penuh strategi dan sportivitas. Kami berharap kemenangan ini bisa menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan potensi olahraga di kalangan pelajar,” katanya dengan senyum puas.

Kalau dipikir-pikir, apa sih arti juara buat anak SMA/SMK? Trofi memang keren, medali bisa dipajang di ruang guru, uang pembinaan bikin senyum kepala sekolah makin lebar. Tapi, yang paling berharga sebenarnya bukan itu. Melainkan pengalaman jungkir balik latihan, rasa tegang jelang pertandingan, sampai pelukan bareng teman setelah peluit panjang berbunyi. Itu semua jadi kenangan yang bakal mereka simpan jauh lebih lama daripada uang hadiah.

Apalagi di BSI FLASH 2026 yang diadakan oleh UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, yang mengusung tema “Beyond The Game”, juara di sini bukan cuma soal siapa paling banyak cetak gol, tapi siapa yang bisa tetap tegak meski kalah, siapa yang bisa hormat sama lawan, dan siapa yang pulang dengan cerita lebih besar dari sekadar skor.

Baca juga: Futsal Competition BSI FLASH 2026 Kota Bogor: Dari Grup A sampai D, Drama Sesungguhnya Baru Dimulai

Karena pada akhirnya, lapangan futsal hanyalah miniatur kehidupan. Kita sering jatuh, kalah, bahkan diwarnai keputusan wasit yang nggak kita suka. Tapi justru di sanalah kita belajar tentang disiplin, sportivitas, dan kebersamaan adalah modal hidup yang nggak bisa dibeli di toko online.

SMK Yapia Parung boleh bawa pulang piala, tapi pelajaran sejati dari BSI FLASH 2026? Itu dibawa pulang semua pemain, entah mereka juara atau kalah di babak grup. Dan percayalah, pelajaran itu nggak ada masa kadaluarsanya.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.