BSINews, Tasikmalaya — Orientasi mahasiswa baru menjadi momen penting untuk memperkenalkan berbagai komunitas dan kegiatan yang dapat mendukung pengembangan diri mahasiswa. Salah satunya adalah DICO (Digital Creative Community), komunitas kreatif berbasis teknologi digital yang hadir sebagai wadah kolaborasi dan inovasi. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif memperkenalkan DICO melalui kegiatan pengenalan yang digelar di aula UBSI kampus Tasikmalaya pada Minggu (21/9).
DICO: Wadah Generasi Kreatif Berbasis Teknologi Digital
Kegiatan menghadirkan Ketua DICO Tasikmalaya, Haerul Fatah, yang memaparkan pentingnya keterampilan digital di era Industri 4.0 dan Society 5.0. Ia menekankan bahwa Artificial Intelligence (AI/Kecerdasan Buatan) menjadi salah satu teknologi utama yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari desain, pemrograman, digital marketing, hingga automasi bisnis.
“Melalui DICO, mahasiswa tidak hanya diasah kemampuan teknisnya, tetapi juga diajak untuk mengeksplorasi teknologi baru seperti Artificial Intelligence agar mampu menciptakan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. DICO hadir sebagai ruang kolaborasi generasi muda untuk membangun masa depan digital yang lebih kreatif dan berdaya saing,” ujar Haerul dalam keterangan tertulis, Selasa (23/9).
Dukungan penuh juga diberikan oleh pimpinan kampus. Kepala Kampus UBSI kampus Tasikmalaya, Agung Baitul Hikmah, menyampaikan pentingnya peran komunitas sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif DICO dalam memberikan ruang kreatif bagi mahasiswa. Kegiatan seperti ini sejalan dengan visi kampus untuk mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan era digital. Kami berharap mahasiswa baru bisa menjadikan DICO sebagai tempat untuk belajar, berjejaring, dan berkreasi,” ungkap Agung.
Baca juga: UBSI Kampus Tasikmalaya Siap Gelar PKKMB 2025 dengan Tema “Our Best Future”
Bidang kemahasiswaan UBSI kampus Tasikmalaya, Miftah Farid Adiwisastra, turut menegaskan bahwa komunitas mahasiswa merupakan bagian penting dari pengalaman perkuliahan.
“Komunitas seperti DICO membantu mahasiswa menemukan potensi terbaiknya. Kami dari bidang kemahasiswaan siap mendukung setiap kegiatan positif yang mendorong mahasiswa berkembang dalam aspek akademik maupun non-akademik, termasuk pemanfaatan AI untuk karya dan inovasi,” jelas Miftah.
Antusiasme mahasiswa baru terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi. Banyak yang menunjukkan minat mempelajari cara memanfaatkan AI untuk menciptakan peluang usaha dan karya kreatif.
Melalui kegiatan ini, UBSI kampus Tasikmalaya berharap mahasiswa baru semakin termotivasi untuk aktif berorganisasi, berinovasi, dan menjadikan teknologi sebagai sarana membangun masa depan yang lebih baik.(Tiara Sari)