BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cengkareng sukses menggelar Orientasi Akademik (ORMIK) 2025 dengan fokus pada pengenalan teknologi pembelajaran modern. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu dan Jumat, 17–19 September 2025, dengan tujuan membekali mahasiswa baru menghadapi tantangan era digital.
ORMIK Siapkan Mahasiswa Baru Hadapi Era Digital
Melalui ORMIK, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai aplikasi digital yang mendukung aktivitas perkuliahan. UBSI menekankan bahwa generasi mahasiswa masa kini harus terbiasa dengan sistem digital, tidak hanya untuk menunjang proses belajar, tetapi juga sebagai persiapan memasuki dunia kerja.
Dalam sesi khusus digitalisasi, mahasiswa dikenalkan pada BSI Digital Services, aplikasi akademik, hingga sistem e-learning. Demo penggunaan aplikasi juga digelar agar mahasiswa langsung memahami cara mengakses layanan digital kampus secara praktis.
Kepala Kampus UBSI kampus Cengkareng, Hardiyan, menegaskan komitmen UBSI dalam menyiapkan generasi unggul. “UBSI berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga melek digital. Inilah bekal penting menghadapi revolusi industri 4.0 dan society 5.0,” ungkapnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Rabu (24/9).
ORMIK tahun ini juga menampilkan demo sistem keamanan data mahasiswa dan layanan administrasi online. Dengan pemanfaatan teknologi tersebut, mahasiswa dapat mengakses informasi akademik secara transparan, cepat, dan terjamin keamanannya.
Baca juga : Testimoni Kepala Kampus: ORMIK Jadi Bekal Masa Depan Mahasiswa Baru UBSI
Selain itu, UBSI memberikan pembekalan literasi digital sebagai keterampilan dasar. Materi tentang etika digital, keamanan siber, hingga peluang bisnis online disampaikan untuk membangun kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika era digital yang semakin kompetitif.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, memandang ORMIK bukan hanya sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai langkah strategis untuk menanamkan budaya digital sejak awal perkuliahan. Dengan pembekalan ini, mahasiswa baru diharapkan siap beradaptasi dan mampu bersaing di era transformasi digital. (Alisa)