Soft Skill Bukan Pilihan: Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya Ingatkan Mahasiswa untuk Tidak Hanya Andalkan Teknologi

0 18

BSINews — Di tengah pesatnya transformasi digital, kompetensi teknologi menjadi bekal penting bagi mahasiswa menghadapi dunia kerja. Namun menurut Bambang Kelana Simpony, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis. Soft skill seperti komunikasi, kolaborasi, dan empati tetap menjadi kunci utama kesuksesan.

Tantangan Mahasiswa dalam Berinteraksi

“Banyak mahasiswa yang sangat mahir menggunakan perangkat lunak, platform digital, atau bahkan membuat konten dan coding. Tapi ketika harus berkomunikasi di forum atau bekerja dalam tim, tidak sedikit yang mengalami kesulitan,” ujar Bambang.

Ia menambahkan bahwa kemajuan teknologi sering kali membuat interaksi manusia menjadi semakin singkat dan impersonal. Mahasiswa terbiasa menyampaikan pendapat lewat teks singkat, emoji, atau video pendek, tapi minim latihan dalam bernegosiasi, menyampaikan gagasan secara verbal, atau mendengarkan dengan empati.

“Di ruang kuliah saja, kita bisa lihat fenomena ini. Presentasi bagus dari sisi desain, tapi saat sesi tanya jawab, mereka kesulitan menjawab pertanyaan. Ini bukan karena tidak tahu, tapi kurang terbiasa menyampaikan secara langsung,” jelasnya.

Baca juga: Belajar atau Bermain? Dilema Mahasiswa di Tengah Demam Esport

UBSI kampus Tasikmalaya berkomitmen untuk menyeimbangkan penguasaan hard skill dan soft skill dalam proses pembelajaran. Melalui proyek kolaboratif, presentasi kelompok, dan kegiatan organisasi mahasiswa, kampus memberikan ruang agar mahasiswa terlatih membangun relasi, percaya diri, dan tangguh secara sosial.

Bambang menyampaikan bahwa dunia kerja saat ini menilai kandidat bukan hanya dari seberapa canggih mereka secara teknis, tetapi juga dari kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan berpikir kritis.

“Teknologi akan terus berubah. Tapi sikap yang baik, komunikasi yang jujur, dan kerja sama yang solid—itulah yang membedakan manusia dari mesin,” tutupnya.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.