BSINews, Bekasi- The 1st International Conference on Tourism and Hospitality Business (ICTHB) 2025 yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif di Kampus Kaliabang, Bekasi, menghadirkan momen inspiratif ketika seorang mahasiswa semester 1 Program Studi Pariwisata, Mochamad Dzahwan Hendardi, berani menyuarakan pertanyaan kritis di hadapan para keynote speaker.
Baca juga: ICTHB 2025 Jadi Bukti UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif Penggerak Pariwisata Global
Konferensi internasional yang berlangsung pada Selasa, 30 September 2025 ini mengusung tema “Sustainable Tourism for All: Empowering Women, Disabilities, and Inclusive Growth.” Dalam sesi tanya jawab, Dzahwan mengangkat isu seputar kebijakan dan praktik kepemimpinan yang efektif untuk mendorong perempuan dan penyandang disabilitas agar dapat menembus posisi strategis di industri pariwisata dan hospitality, bukan sekadar bertahan di level awal.
Pertanyaan tersebut sontak menarik perhatian peserta dan narasumber karena sangat relevan dengan tema besar konferensi. Para pembicara menekankan bahwa praktik terbaik mencakup kebijakan afirmatif, mentoring berkesinambungan, serta penciptaan budaya kerja yang transparan dan adil bagi semua.
Dzahwan menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam forum internasional ini menjadi pengalaman berharga.
“Saya percaya bahwa meski baru semester 1, mahasiswa sudah bisa berkontribusi dalam diskusi global. Saya ingin belajar dari pengalaman para pakar tentang bagaimana perempuan dan penyandang disabilitas bisa mendapatkan akses yang sama menuju posisi kepemimpinan,” ungkapnya dalam wawancara seusai acara pada Senin (29/9).
Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Dr. Diah Puspitasari, turut menanggapi partisipasi mahasiswa dalam forum internasional ini. Ia menilai bahwa keberanian Mochamad Dzahwan dalam menyampaikan pertanyaan kritis patut diapresiasi karena mencerminkan kualitas generasi muda UBSI yang siap bersaing di ranah global.
“Keberanian Mochamad Dzahwan membuktikan bahwa mahasiswa UBSI memiliki kepekaan terhadap isu global sejak dini. Hal ini sejalan dengan visi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, inovatif, dan percaya diri di forum internasional,” jelasnya.
Baca juga: UBSI Jadi Pusat Kolaborasi Global, ICTHB 2025 Tekankan Pariwisata Inklusif dan Ramah Lingkungan
Partisipasi aktif mahasiswa dalam ICTHB 2025 semakin memperlihatkan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi ruang akademisi senior, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk belajar, bertanya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masa depan pariwisata berkelanjutan yang inklusif.