Melek Digital, Aman Bermedsos: Dosen UBSI Latih Jamaah Majelis Taklim Hadapi Era Digital!

0 30

BSINews, Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan pengabdian masyarakat. Tim dosen UBSI baru-baru ini menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di lingkungan Majelis Taklim Qur’ani Nurul Fattah dengan tema “Edukasi dan Sosialisasi Pencegahan Hoaks serta Peningkatan Keamanan Digital”. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali jamaah dengan pemahaman mendalam tentang literasi digital, khususnya dalam menangkal berita bohong (hoaks) dan menjaga keamanan saat menggunakan media sosial.

Kegiatan PkM yang berlangsung pada Sabtu (27/09) tersebut disambut dengan antusias oleh para jamaah Majelis Taklim Qur’ani Nurul Fattah. Rizka Dahlia, Ketua Kelompok PkM, membuka acara dengan menekankan pentingnya keterampilan digital di era modern. “Saat ini informasi bisa datang dari berbagai arah, dan tidak semuanya benar. Melalui kegiatan ini kami ingin membekali jamaah dengan pengetahuan agar lebih kritis, cerdas, dan aman dalam bermedia digital,” ujarnya.

Melek Digital, Aman Bermedsos: UBSI Latih Jamaah Majelis Taklim Hadapi Era Digital!

Tim dosen UBSI yang terdiri dari Cucu Ika Agustyaningrum, Arina Selawati, dan Eka Herdit Juningsih, dengan dukungan dari mahasiswa, memberikan materi secara interaktif. Materi tersebut meliputi cara mengenali hoaks, teknik sederhana untuk memverifikasi informasi, serta langkah-langkah menjaga keamanan digital. Selain itu, jamaah juga diberikan praktik langsung dalam membuat kata sandi yang kuat, mengatur privasi akun, hingga mengidentifikasi tautan berbahaya yang sering muncul di pesan instan maupun media sosial.

Cucu Ika Agustyaningrum menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melibatkan jamaah dalam simulasi kasus. “Kami mengajak jamaah untuk berdiskusi dan menganalisis contoh berita yang viral, lalu membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks. Dengan begitu, peserta lebih mudah memahami dan mengingat langkah-langkah verifikasi informasi,” jelasnya.

Arina Selawati menambahkan bahwa literasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga etika dalam bermedia. “Jamaah diajak untuk memahami bahwa menyebarkan informasi palsu bisa berdampak buruk bagi masyarakat. Karena itu, kita semua harus lebih bijak dan bertanggung jawab dalam membagikan pesan di media sosial,” ujarnya.

Baca juga : Mahasiswa Baru UBSI Kampus Fatmawati Tanamkan Nilai Kepedulian Lewat Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Eka Herdit Juningsih juga menekankan pentingnya aspek keamanan digital. “Banyak jamaah yang belum sadar pentingnya melindungi data pribadi. Padahal, ancaman siber seperti penipuan online dan phishing bisa menimpa siapa saja. Dengan pemahaman yang benar, jamaah bisa lebih waspada,” katanya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembagian materi edukasi berupa leaflet serta panduan praktis literasi digital. Para jamaah Majelis Taklim Qur’ani Nurul Fattah menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui program PkM ini, dosen UBSI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas masyarakat, khususnya di bidang literasi digital, agar jamaah semakin siap menghadapi tantangan era digital dengan lebih cerdas, aman, dan produktif.

Leave A Reply

Your email address will not be published.