Seminar AI UBSI Kampus Kaliabang Bangkitkan Kesadaran Digital di Kalangan Guru dan Pelajar Bekasi
BSINews, Bekasi — Dunia pendidikan terus ditantang untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi, terutama dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI). Melihat hal itu, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang menghadirkan jawaban lewat Seminar Kemerdekaan Digital 2025 yang mengangkat tema “Artificial Intelligence: Hype & Reality in Indonesia”.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (3/9) di Ballroom Jayawijaya Wisma BSI Bekasi dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk 45 perwakilan sekolah di Bekasi yang masing-masing mengirim satu guru dan satu siswa.
AI Jadi Ruang Belajar Baru bagi Para Guru
Bagi para guru, seminar ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi ruang belajar baru untuk memperkuat wawasan digital dalam proses pembelajaran. Pandangan tersebut sejalan dengan pemaparan Nurul Ichsan, salah satu pembicara, yang menekankan bahwa AI dapat menjadi katalisator transformasi pendidikan.
“AI bisa membantu guru melakukan analisis kebutuhan belajar siswa, memberi rekomendasi materi yang sesuai, hingga memantau perkembangan akademik. Jadi, guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing yang didukung teknologi pintar,” jelasnya saat memaparkan materi.
Hal senada disampaikan oleh Rima, salah satu peserta seminar, yang mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan ini.
“Selama ini, kami hanya mendengar AI sebatas alat bantu siswa mencari jawaban cepat. Tapi lewat seminar ini, kami jadi tahu bagaimana AI bisa diterapkan untuk kurikulum, asesmen, hingga mendukung pembelajaran personal di sekolah,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, Kamis (4/9).
Buka Cakrawala Baru Dunia Bisnis dan Karier
Dari sisi praktisi, Amin Nur Rais, pakar teknologi bisnis, memaparkan bahwa AI membuka peluang besar dalam dunia usaha dan wirausaha.
“AI bukan cuma untuk kelas dan akademik. Dunia bisnis pun kini sangat bergantung pada AI, mulai dari analisis pasar, layanan pelanggan, sampai strategi pemasaran digital. Jika pelajar sudah dibekali literasi AI sejak dini, maka peluang karier dan kewirausahaan mereka di masa depan akan semakin luas,” paparnya.
Kehadiran guru dan pelajar secara bersamaan menunjukkan bahwa transformasi digital harus berjalan selaras dengan dunia pendidikan agar tidak tertinggal. Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, Muhamad Tabrani, menegaskan,
“Seminar ini adalah bukti komitmen UBSI untuk menjadi bagian dari transformasi pendidikan digital di Indonesia. Kami ingin guru, pelajar, dan masyarakat bisa melihat AI bukan hanya sebagai tren, tapi sebagai keterampilan wajib untuk masa depan.”
Dengan adanya seminar ini, para guru dan pelajar pulang membawa inspirasi baru. AI kini dipandang sebagai bekal masa depan pendidikan digital yang siap mengantar pelajar Indonesia menuju generasi emas 2045.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, termasuk seminar dan pelatihan, untuk menumbuhkan literasi digital dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital.(Siti Hafizah)