BSI Digination 2025, Ketika Kreativitas dan Teknologi Akhirnya Saling Jatuh Cinta

0 11

BSINews, Bekasi – Ada satu hal yang menarik dari generasi hari ini, mereka tumbuh di tengah layar, tapi juga rindu makna. Mereka bisa ngoding semalaman, tapi masih sempat bikin podcast tentang keresahan cinta dan algoritma. Nah, itulah semangat yang coba ditangkap oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) lewat ajang tahunannya, BSI Digination 2025, yang bakal digelar Selasa, 21 Oktober 2025 di Wisma BSI, Kaliabang, Bekasi Utara.

Baca juga: BSI Digination: UBSI Kampus Digital Kreatif Gelar Workshop Industri Kreatif untuk Siswa SMK Bogor

Tahun ini, UBSI datang dengan tema yang nyentrik sekaligus relevan, “Opportunities in Creative Industry”. Dan seperti anak muda yang nggak mau terjebak di satu dunia, mereka memilih untuk menyatukan dua hal yang sering dianggap berseberangan, teknologi dan seni. Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Broadcasting & Media Kreatif akhirnya berkolaborasi, menciptakan ruang pertemuan antara logika dan estetika, antara kode dan kamera, antara pikiran dan perasaan.

“Melalui Digination 2025, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas dan teknologi tidak dapat dipisahkan. Kolaborasi antara RPL dan Broadcasting ini membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari kerja sama lintas disiplin,” ujar Muhamad Tabrani, Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, dengan nada optimis yang seperti mengundang masa depan ikut tersenyum.

Acara ini bukan cuma deretan seminar yang membosankan. Dari sisi RPL, peserta bakal diajak masuk ke dunia AI for Programming. Bayangkan belajar coding dengan bantuan kecerdasan buatan, di mana bug bisa diperbaiki otomatis dan kode bisa ditulis lebih cepat. AI bukan lagi ancaman, tapi partner kerja yang nggak pernah tidur.

Sementara dari sisi Broadcasting, ada Workshop Podcast & Konten Digital yang ngajarin cara bikin karya audio visual yang nggak cuma keren, tapi juga punya cerita. Mahasiswa dan pelajar bisa langsung praktik, bikin konten yang bukan hanya viral tapi juga bermakna. Di puncaknya, ada Exhibition Podcast, pameran hasil karya anak muda yang menjadikan suara dan ide mereka sebagai bentuk ekspresi digital yang jujur dan segar.

BSI Digination 2025 juga nggak berdiri sendiri. Ia didukung oleh Digital Creative Community (DICO) dan Asosiasi Pengguna AI Indonesia (APAI), dua komunitas yang sama-sama percaya bahwa masa depan Indonesia ada di tangan generasi yang melek digital sekaligus kreatif.

Lebih dari sekadar event, Digination 2025 adalah bagian dari program CERMAI (Cerdas & Mahir AI), inisiatif besar UBSI untuk meningkatkan literasi kecerdasan buatan di kalangan guru dan siswa. Targetnya ambisius, tapi niatnya tulus yaitu melatih lebih dari 5.000 guru dan 10.000 siswa agar tidak hanya jadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta.

Baca juga: BSI Digination Bahas Redundancy Jaringan Cisco Bersama UBSI dan P4 Jakarta Barat

Ada yang bilang, masa depan itu milik mereka yang berani beradaptasi. Tapi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif sepertinya ingin menambahkan satu kalimat lagi: masa depan juga milik mereka yang berani berkolaborasi. Digination 2025 menjadi buktinya. Bahwa di tengah kebisingan dunia digital, masih ada ruang bagi ide-ide segar untuk tumbuh bersama, saling menyalakan cahaya, dan mungkin, saling jatuh cinta.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.