BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berkolaborasi dengan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4) Jakarta Barat dalam kegiatan BSI Digination, yang kali ini mengangkat tema Network Administrator dengan fokus pembahasan pada konsep redundancy jaringan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (10/10) berlangsung di ruang laboratorium komputer P4 Jakarta Barat ini menghadirkan Jordy Lasmana Putra, dosen Fakultas Teknik dan Informatika UBSI, sebagai narasumber. Jordy juga dikenal sebagai Asesor Kompetensi BNSP, Trainer MikroTik Academy, Instruktur Cisco Networking Academy, sekaligus konten kreator di bidang edukasi teknologi.
BSI Digination Bahas Redundancy Jaringan Cisco
Dalam pemaparannya, Jordy membahas konsep redundancy secara mendalam, yaitu mekanisme penting untuk menjaga ketersediaan jaringan ketika terjadi gangguan pada salah satu perangkat atau jalur utama. Ia menjelaskan dua protokol utama yang digunakan dalam sistem ini, yakni VRRP (Virtual Router Redundancy Protocol) dan GLBP (Gateway Load Balancing Protocol) yang diimplementasikan pada perangkat Cisco Router.
“Redundancy bukan sekadar menambah perangkat cadangan, tetapi menciptakan sistem yang mampu berpindah otomatis tanpa mengganggu koneksi. Dengan VRRP dan GLBP, jaringan tetap berfungsi walaupun salah satu router mengalami kegagalan,” jelasnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Selasa (14/10).
Melalui simulasi langsung, peserta pelatihan diajak memahami cara kerja kedua protokol tersebut serta perbedaannya dalam penerapan di dunia nyata. VRRP berfungsi menjaga konektivitas melalui mekanisme failover otomatis, sementara GLBP memiliki keunggulan tambahan berupa load balancing antar gateway aktif untuk meningkatkan efisiensi jaringan.
Baca juga : UBSI Kampus Bekasi Siapkan BSI Digination 2025: Bukakan Wawasan Siswa ke Dunia Industri Kreatif
Jordy menambahkan bahwa kemampuan merancang sistem redundancy menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki calon administrator jaringan. “Dalam industri, downtime jaringan dapat berdampak besar pada operasional perusahaan. Karena itu, pemahaman dan penerapan sistem redundancy menjadi hal yang krusial,” ujarnya.
Kegiatan BSI Digination ini menjadi wadah berbagi pengetahuan teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern, khususnya bagi siswa SMK yang tertarik mengembangkan karier di bidang jaringan komputer. Melalui program ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menekankan pada penguasaan teknologi praktis yang dibutuhkan di industri masa kini. (Alisa)