Dari Ruang Kuliah ke Ruang Dialog, Cerita Rektor UBSI di Cibitung
BSINews, Bekasi – Pagi itu, suasana di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cibitung terasa sedikit berbeda. Ada yang rapi lebih awal dari biasanya, ada yang menata kursi sambil melirik jam. Semua bersiap menyambut tamu istimewa, Rektor Universitas BSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi yang datang bukan sekadar meninjau, tapi membawa energi baru.
Dalam kunjungan resminya kali ini, Prof. Wahyudi tak hanya memberi arahan, tapi juga berdialog langsung dengan dosen dan mahasiswa. Didampingi Kepala Kampus UBSI kampus Cibitung, Nicodias Palasara. Rektor berbicara tentang pentingnya inovasi, kreativitas, dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi masa depan yang terus berubah.
Baca juga: Rektor UBSI Jadi Narasumber pada Pembinaan MGMP di Kampus UBSI
“Mahasiswa adalah generasi penerus yang harus berani berpikir kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. UBSI berkomitmen menghadirkan ekosistem pendidikan yang mendukung hal itu,” ujar Prof. Wahyudi, dengan nada penuh keyakinan, Rabu (22/10).
Bukan sekadar pidato, sesi itu berubah menjadi forum terbuka. Mahasiswa boleh bertanya langsung, dosen boleh menyampaikan ide. Suasana cair, tapi sarat makna. Nicodias Palasara, selaku Kepala Kampus, mengaku bahwa kunjungan ini bukan formalitas.
“Kehadiran Rektor jadi energi baru bagi kami. Ini bentuk nyata perhatian dan dukungan bagi kampus untuk terus berkembang. Kami ingin mahasiswa UBSI kampus Cibitung siap menghadapi dunia kerja dan berdaya saing global,” tutur Nicodias.
Bagi sebagian mahasiswa, kesempatan berbincang langsung dengan rektor terasa langka. Seorang mahasiswa Sistem Informasi mengaku senang karena aspirasinya didengar langsung. “Kami jadi tahu kalau kampus benar-benar peduli. Pak Rektor bilang, jangan takut gagal, karena yang berani mencoba pasti lebih cepat maju,” katanya sambil tersenyum.
Dari sisi dosen, kunjungan ini seperti suntikan semangat baru. Salah seorang pengajar mengatakan, “Kami merasa diperhatikan. Dapat inspirasi untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran.”
Baca juga: Rektor UBSI Hangatkan Safari Ramadhan 2025, Serukan Nilai Kebersamaan dan Kepedulian
Kunjungan rektor ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia berubah menjadi simbol sinergi antara pimpinan, dosen, dan mahasiswa yang sama-sama punya mimpi untuk membawa UBSI terus maju di era digital.
Prof. Wahyudi menutup pertemuan dengan pesan sederhana tapi tajam, “Kemajuan universitas bukan cuma soal gedung atau fasilitas, tapi soal semangat dan budaya inovasi yang hidup di dalamnya.”(ACH)