Pustakawan UBSI Kampus Tasikmalaya Ikuti Bimtek Kepenulisan Naskah Budaya Lokal: Tidak Ada Tulisan yang Tak Retak
BSINews, Tasikmalaya – Peningkatan kompetensi pustakawan dalam literasi dan kepenulisan budaya lokal menjadi fokus utama dalam berbagai kegiatan pengembangan SDM. Linatul Hikmah, pustakawan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, turut berpartisipasi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Naskah Budaya Lokal yang menghadirkan Erik Herdian K sebagai narasumber utama, seorang editor di Nyala Kala Cakra dan Spirit Media Edukasi, sekaligus jurnalis, penulis, editor, dan redaktur. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (27/10) di Aula Bale Kota Tasikmalaya.
Bimtek Kepenulisan Naskah Budaya Lokal: Tidak Ada Tulisan yang Tak Retak
Dengan mengusung tema “Tidak Ada Tulisan yang Tak Retak”, Erik menjelaskan pentingnya proses penyuntingan naskah untuk menghasilkan karya tulis berkualitas dan mengajak peserta memahami tahapan penyuntingan yang tepat. Mengenai hal ini, Erik menekankan bahwa setiap tulisan memerlukan revisi agar pesan yang disampaikan lebih tajam dan bermakna.
“Menyunting bukan hanya memperbaiki kata atau kalimat, tapi juga menyempurnakan makna. Tak ada tulisan yang lahir sempurna tanpa melalui proses revisi,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Senin (27/10).
Dalam pemaparannya, Erik membahas berbagai aspek penyuntingan, termasuk pengertian menyunting, alasan pentingnya penyuntingan, serta tahapan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut. Ia juga memperkenalkan tiga tipe penulis lemah, liat, dan luwes sebagai refleksi sikap penulis dalam menghadapi kritik dan proses revisi. Selain itu, peserta diajak mengenal konsep swasunting, yaitu kemampuan penulis untuk menilai dan memperbaiki tulisannya sendiri sebelum dipublikasikan.
Baca juga: Wujudkan SDGs, Dosen UBSI Kembangkan Inovasi Digital untuk Bank Sampah Induk Berseka Tasikmalaya
Bimtek ini tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi juga diskusi interaktif dan sesi pendampingan bersama mentor untuk finalisasi naskah yang akan diterbitkan. Menanggapi pengalaman mengikuti kegiatan ini, Lina menjelaskan manfaat yang didapat, terutama mengenai pentingnya proses penyuntingan dalam menjaga kualitas karya tulis.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Sebagai pustakawan, saya jadi lebih memahami bagaimana naskah budaya lokal disunting dengan baik agar layak terbit dan bisa menjadi referensi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lina juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan.
Melalui Bimtek ini, Dispusipda Kota Tasikmalaya berharap dapat melahirkan penulis-penulis lokal yang mampu menghasilkan karya tulis budaya berkualitas, sekaligus memperkuat sinergi antara pustakawan dan pegiat literasi dalam pelestarian warisan budaya daerah. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bukti peran aktif UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, dalam mendukung literasi dan pengembangan budaya lokal.(Tiara Sari)