24 Jam, Tapi Rasanya Cuma 12 Jam

0 18

BSINews, Bekasi – Pernah nggak sih kamu merasa waktu 24 jam itu kayak bercanda? Baru ngerjain satu tugas, udah muncul dua notifikasi baru di grup kelas. Baru niat tidur, eh diingatkan deadline jam 11.59 malam. Hidup mahasiswa, terutama yang di tengah semester, rasanya kayak lomba lari estafet, tapi peluitnya nggak pernah berhenti.

Baca juga: Kuliah Rasa Startup? Intip Fasilitas Modern UBSI yang Bikin Produktif Maksimal!

Setiap pagi dimulai dengan niat mulia, hari ini harus produktif. Tapi kenyataannya? Baru buka laptop, yang kebuka malah TikTok. Rahma Dewi (19), mahasiswa Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), ngakak waktu cerita, “Kadang pengin istirahat, tapi tugasnya kayak nggak ada habisnya. Jadi harus pintar-pintar ngatur waktu biar nggak keteteran.” Kalimatnya terdengar sederhana, tapi di baliknya tersimpan perjuangan yang cuma mahasiswa yang ngerti.

Rutinitas padat bikin banyak mahasiswa mulai berinovasi soal manajemen waktu. Ada yang pakai metode Pomodoro yaitu 25 menit fokus, 5 menit rebahan. Ada juga yang religius sama to-do list warna-warni, padahal ujung-ujungnya semua sticky note itu nempel di laptop kayak mural kegelisahan.

Psikolog pendidikan bilang, manajemen waktu yang baik bisa menekan stres akademik dan bikin otak lebih fokus. Tapi di lapangan, seringkali teori kalah sama realita. Karena di tengah rapat organisasi, revisi tugas, dan kerja part-time, waktu istirahat seringkali cuma sisa, bukan prioritas.

Menurut Nicodias Palasara Kepala Kampus UBSI kampus Cibitung, tantangan mahasiswa hari ini bukan cuma soal akademik, tapi soal kemampuan menjaga keseimbangan. “Kami selalu dorong mahasiswa untuk cerdas mengatur waktu. Kuliah penting, tapi menjaga kesehatan mental juga bagian dari tanggung jawab akademik. Produktif itu bukan berarti memforsir diri, tapi tahu kapan harus berhenti sejenak,” ujarnya.

Buat kamu yang lagi kejar deadline sambil ngantuk, coba tarik napas dulu. Hidup itu bukan cuma soal submit tugas tepat waktu, tapi juga soal nggak lupa makan dan tidur. Produktif itu penting, tapi waras jauh lebih penting.

Baca juga: Bikin Belajar Makin Nyaman Inilah Tempat Nongkrong Favorit Mahasiswa Produktif

Kalau kamu merasa 24 jam nggak cukup, mungkin bukan waktunya yang kurang, tapi hatimu yang terlalu penuh. Jadi, sesekali, berhenti sebentar. Ambil waktu untuk diri sendiri. Karena hidup mahasiswa itu bukan soal siapa yang paling cepat lulus, tapi siapa yang paling bisa bertahan tanpa kehilangan senyum di tengah tumpukan tugas.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.