UBSI Gelar Konferensi Internasional ICAISD 2025, Bahas AI untuk Kesejahteraan Global

0 88

BSINews, JakartaUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menyelenggarakan ajang internasional bergengsi bertajuk The 5th International Conference on Advanced Information Scientific Development (ICAISD) 2025. Konferensi yang berlangsung pada Selasa (4/11) secara hybrid di UBSI kampus Kramat 98, Jakarta ini diikuti oleh 190 penulis dari delapan negara.

UBSI Gelar Konferensi Internasional ICAISD 2025

Mengusung tema “Artificial Intelligence: Advancing Research and Computational Innovations for Global Welfare”, ICAISD 2025 menjadi wadah kolaborasi global bagi para pakar, akademisi, dan peneliti untuk berbagi gagasan dan riset terbaru dalam bidang kecerdasan buatan, teknologi informasi, dan sains komputer.

Rektor UBSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi peneliti dari berbagai belahan dunia. Ia menekankan pentingnya pertukaran gagasan dalam membangun masa depan AI yang etis dan berkelanjutan.

“Tahun ini kami menghadirkan 49 paper dari delapan negara. Pertukaran gagasan lintas negara seperti ini sangat penting untuk membangun masa depan AI yang berintegritas dan berkelanjutan,” ujarnya dari keterangan rilis yang diterima pada Kamis (6/11).

Konferensi ini menghadirkan tiga keynote speaker internasional dengan topik yang relevan dan berbasis riset mutakhir. Dari Indonesia, Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto (Universitas Indonesia) membahas “Generative AI Governance in Higher Education”, menyoroti pentingnya tata kelola etis penggunaan AI di perguruan tinggi.

Dari Taiwan, Prof. Dr. Shi-Jinn Horng (Asia University) memaparkan riset deep learning untuk penghilangan bayangan (shadow removal) serta implementasinya dalam teknologi pengenalan biometrik telapak tangan. Dari Polandia, Prof. Gerhard W. Weber (Poznan University of Technology) menyajikan penelitian berjudul “Methods for Early Detection of Alzheimer’s Disease by Classification of Structural Brain MRI”, yang menunjukkan bagaimana machine learning membantu deteksi dini penyakit Alzheimer.

Selain sesi pleno, ICAISD 2025 juga menampilkan presentasi paralel dari para peneliti nasional dan internasional yang membahas berbagai bidang seperti software engineering, computer systems, mobile multimedia, hingga signal processing.

Konferensi ini turut melibatkan IEEE Indonesia Section, IEEE Signal Processing Society Indonesia Section, APTIKOM, serta sejumlah perguruan tinggi mitra, di antaranya Universitas Nusa Mandiri, Cyber University, Universitas Sumatera Utara, STIKIM Tunas Bangsa, Universitas Raharja, dan Universitas Teknologi Mataram.

Pada kesempatan tersebut, panitia mengumumkan pemenang Best Paper Award yang diraih oleh Hazwan A. Kasbi (Universiti Teknologi Brunei & King Mongkut’s University of Technology Thonburi) bersama Tuul Triyason dan Arif Bramantoro. Karya mereka berjudul “Performance Evaluation of Post-Quantum Cryptography in Virtual Machine Backup Systems: A Comprehensive Analysis Using the Krypton Cipher” dinilai unggul berkat kontribusinya terhadap keamanan data di era komputasi kuantum.

Ketua Konferensi, Dr. Sumanto, menegaskan pentingnya ICAISD sebagai momentum memperkuat jejaring riset internasional. Ia menjelaskan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah kolaborasi lintas negara.

Baca juga : Dukung Konferensi AI 2025, UBSI Kampus Pontianak Hadirkan Beasiswa untuk Generasi Digital Cerdas

“Melalui konferensi ini, kami ingin membuka ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan industri agar riset-riset inovatif di bidang AI dan teknologi informasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan harapan agar kolaborasi riset yang terjalin dapat terus berlanjut. UBSI juga mengumumkan bahwa ICAISD 2026 akan kembali digelar dengan cakupan riset dan tema yang semakin luas, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.