Relawan Lombok Dibekali Ilmu Gizi oleh UBSI Kampus Yogyakarta untuk Atasi Masalah Pangan

0 3

BSINews,Yogyakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran gizi masyarakat dengan memberikan pelatihan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan Food Handler bagi relawan Mother Breastfeeding Group (MBG) di wilayah Labuapi, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (2/11).

Relawan Lombok Dibekali Ilmu Gizi oleh UBSI Kampus Yogyakarta untuk Atasi Masalah Pangan

Puluhan relawan MBG yang aktif dalam pendampingan gizi di wilayah Labuapi mengikuti pelatihan yang diinisiasi oleh dosen UBSI kampus Yogyakarta, Aulia Firmansyah. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai penerapan standar keamanan pangan berbasis HACCP, yang dinilai krusial dalam menjamin keamanan pangan dari persiapan hingga penyajian.

Aulia Firmansyah menekankan pentingnya penerapan sistem HACCP dalam pengolahan makanan.

“HACCP bukan hanya sekadar teori, tetapi merupakan sistem pencegahan yang harus diterapkan secara disiplin dalam setiap proses pengolahan makanan. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali para relawan agar mampu menerapkan prinsip keamanan pangan dalam aktivitas sehari-hari, terutama saat mendampingi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan rili Jum’at (7/11).

Baca Juga :Aksi Gila Relawan Pajak Kampus Universitas BSI Kampus Slipi, Dari Pengisian SPT hingga Mengurai eForm yang Ruwet!

Selain materi teori, peserta juga terlibat dalam simulasi dan praktik langsung mengenai penanganan makanan yang higienis, meliputi cara mencuci bahan pangan, mengolah, menyimpan, hingga menyajikan makanan dengan aman. Aulia juga memberikan pendampingan personal kepada beberapa kelompok relawan yang akan menjadi percontohan penerapan standar Food Handler di wilayah mereka.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif selama pelatihan. Mereka berbagi pengalaman dan kendala yang dihadapi di lapangan, termasuk keterbatasan sarana penyimpanan makanan dan kurangnya kesadaran masyarakat terkait higienitas. Aulia memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan tanpa biaya besar.

Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan. Aulia menjelaskan bahwa keterlibatan dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

UBSI melalui kegiatan ini menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah terkait peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Diharapkan, para relawan MBG dapat menjadi pelopor dalam menerapkan standar keamanan pangan dan menularkannya kepada masyarakat luas, demi menciptakan masyarakat yang sadar gizi, sehat, dan mandiri. (Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.