UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif Dukung Pelestarian Budaya Lewat Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 di Sunar Gamelan Bayat

0 15

BSINews, Solo – Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 yang didanai oleh Kemendiktisaintek, kembali menghadirkan langkah konkret dalam pelestarian seni dan budaya lokal. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo sebagai Kampus Digital Kreatif, berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, menggelar pelatihan intensif manajemen pariwisata dan bahasa Inggris di Sunar Gamelan, Desa Djarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, pada Selasa (28/10).

UBSI Kampus Solo Latih Komunitas Gamelan Bayat Go International Lewat Program PISN

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing seni dan budaya lokal di era digital, sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat melalui pengelolaan wisata budaya berbasis komunitas. Peserta pelatihan terdiri dari anggota komunitas Sunar Gamelan, pengrajin gamelan, serta warga sekitar yang aktif dalam bidang seni dan pariwisata.

Pelatihan terbagi menjadi dua sesi utama, yaitu manajemen pariwisata dan bahasa Inggris.
Pada sesi pertama, peserta belajar mengenai strategi pengelolaan wisata budaya berbasis komunitas, promosi destinasi lokal, serta pengemasan paket wisata seni tradisional.
Anggota tim peneliti bidang manajemen pariwisata, Emmita Devi Hari Putri, menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku seni dan masyarakat.

“Potensi budaya di Bayat luar biasa besar. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu peserta memahami bagaimana seni gamelan tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (10/11).

Baca juga : PISN Dongkrak Potensi Wisata Gamelan Bayat Sentuhan Digital untuk Seni Tradisional

Sesi kedua berfokus pada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris peserta, khususnya dalam berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara dan mengenalkan istilah-istilah dasar seputar gamelan dan seni pertunjukan.

Ketua tim peneliti, Sri Rejeki dari UBSI kampus Solo, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat pelaku seni.

“Kami ingin membantu komunitas gamelan agar mampu mengelola potensi wisata budaya mereka dengan baik, sekaligus memiliki kemampuan bahasa Inggris dasar untuk memperkenalkan seni karawitan kepada wisatawan asing,” jelasnya.

Program PISN melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu, termasuk bahasa Inggris, pariwisata, ilmu komputer, dan seni karawitan, dari UBSI dan ISI Surakarta. Melalui pendekatan lintas disiplin, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Bayat sebagai sentra seni dan budaya Jawa yang berdaya saing tinggi serta menjadikan Sunar Gamelan sebagai contoh pengembangan ekowisata budaya berbasis komunitas di era digital. (Aurora)

Leave A Reply

Your email address will not be published.