Festival Kelas Dunia di Kampus Digital Kreatif! UBSI Pertegas Posisi Global Lewat International Cultural Festival Day 2025
BSINews, Bekasi-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali membuktikan posisinya sebagai Kampus Digital Kreatif melalui gelaran International Cultural Festival Day 2025, sebuah festival budaya berskala internasional yang menghadirkan warna baru dalam dunia pendidikan modern. Acara megah yang berlangsung pada Rabu, 26 November 2025, di Hall C UBSI Kaliabang, Bekasi, ini mengusung tema “Unity in Diversity: Exploring Culture through Art, Language, and Connection.”
Baca juga: Satu Hari Serasa Keliling Dunia, UBSI Hidupkan International Cultural Festival Day Paling Epic!
Sejak pukul 07.30 WIB, suasana kampus berubah menjadi panggung kolaborasi lintas budaya. Parade busana tradisional, pertunjukan seni dari berbagai negara, hingga sesi diskusi internasional menjadikan festival ini sebagai ruang pertemuan gagasan, kreativitas, dan keberagaman dunia. Sentuhan teknologi digital yang diusung UBSI memperkaya pengalaman peserta, menjadikan festival tampil lebih modern, interaktif, dan penuh energi kreatif.
Salah satu sesi paling dinantikan adalah The International Cultural Heritage Talk, yang menghadirkan pembicara internasional, termasuk Mr. Bernard D. Grover (USA), Business & Communications Expert. Dalam pemaparannya, Mr. Bernard memperkenalkan Intrinsic Approach sebagai metode memahami budaya melalui simbol, teks, dan karya senisebuah cara pandang yang ia tampilkan secara langsung melalui visual di layar utama.
Dalam sesi tersebut, Mr. Bernard menyampaikan pentingnya keterampilan memahami pesan budaya secara langsung dari apa yang benar-benar tertulis atau ditampilkan.
“Ketika kita mempelajari sebuah karya dari apa yang tampak di dalamnya, kita sedang belajar memahami esensinya. Ini kemampuan krusial dalam komunikasi lintas budaya. Dunia semakin terhubung, tetapi setiap pesan tetap harus dipahami dari teks dan simbolnya bukan dari asumsi kita,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan ini dapat membentuk generasi muda yang lebih bijak, kreatif, dan siap berkolaborasi secara global.
“Memahami inti budaya melalui karya mengajarkan kita menghargai sudut pandang lain. Ini modal penting agar mahasiswa mampu menjadi pemimpin yang terbuka dan kolaboratif di panggung internasional,” tambahnya.
Baca juga: Bahasa Indonesia Mendunia, Di Mana Posisi Bahasa Inggris Kini?
Festival tahun ini menghadirkan bukti nyata komitmen UBSI dalam membangun mahasiswa yang tidak hanya berwawasan global, tetapi juga memiliki kemampuan memahami keragaman budaya dengan cara yang lebih mendalam dan intelektual. Melalui perpaduan antara kreativitas, teknologi, dan semangat multikultural, UBSI terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang membuka jendela dunia bagi generasi muda Indonesia.