Melihat Dunia Lewat Neraca, Cerita Tenang dari Risna

0 50

BSINews, Bekasi – Di tengah riuhnya hari-hari kuliah, ada mahasiswa yang memilih berjalan dengan ritme yang lebih tenang, lebih rapi, dan penuh pertimbangan. Namanya Risna Sopiyatin. Lahir dan besar di Jakarta, lulusan Program Studi Akuntansi D3 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kramat ini baru saja menutup bab kuliahnya dan memilih satu hal yang sering dilupakan orang, yaitu istirahat. Bukan malas, cuma sadar kalau manusia butuh jeda sebelum mulai ngebut lagi.

Risna masuk UBSI dengan langkah pelan, tapi hatinya cepat akrab. Lingkungan yang ramah, dosen yang nggak segan nuntun, dan teman yang gampang diajak cerita membuatnya merasa aman. Akuntansi bukan cinta pertama, bahkan dulu dia pikir nggak cocok, tapi kayak banyak hal dalam hidup, yang awalnya ragu kadang justru jadi jalur terbaik.

Baca juga: Di Tangannya, Bahasa Bisa Jadi Jalan Hidup

Dari angka-angka itulah Risna belajar membaca perusahaan seperti membaca cerita manusia. Dalam Analisa Laporan Keuangan, matkul favoritnya, ia baru paham bahwa angka itu bukan cuma angka, tapi kondisi, keputusan, dan arah sebuah organisasi.

Selama kuliah, Risna bukan tipe yang wara-wiri organisasi. Dia memilih fokus. Belajar, merapikan catatan, memperdalam materi, dan memastikan setiap tugas dikerjakan dengan teliti. Yang lain boleh ribut, tapi Risna punya dunianya sendiri. Dunia yang rapi, terukur, dan konsisten. Dunia yang akhirnya membawanya ke panggung wisuda sebagai peraih cum laude.

“Jujur, saya kaget banget,” katanya pelan. Ia nggak pernah merasa dirinya “sehebat itu.” Tapi siapa bilang pencapaian harus selalu datang dari yang bising? Konsistensi kecil yang dikumpulkan setiap hari seringkali justru jadi pondasi yang paling kuat.

Sistem kuliah di UBSI, menurut Risna, ikut membentuk ritme belajarnya. Platform yang mudah dipakai, dosen yang suportif, teori dan praktik yang seimbang. Semuanya bikin proses belajar nggak kerasa mumet. Ada tantangan, tapi wajar. Ada lelah, tapi manusiawi.

Setelah lulus, Risna ingin masuk dunia kerja dulu. Mendapat pengalaman, menambah skill, baru setelah itu lanjut S1. Masih di Akuntansi, tentu saja. Kadang manusia memang baru jatuh cinta sama sesuatu setelah kenal lama.

Baca juga: Si Anak Jakarta yang Belajar Bahwa Konsistensi Juga Bisa Jadi Rezeki

Untuk teman-teman sesama lulusan, Risna cuma punya satu harapan, “semoga ilmu yang sudah diperjuangkan bisa jadi kontribusi nyata, entah di kantor, usaha, atau lingkungan sekitar.” Untuk adik-adik tingkat, pesannya lebih sederhana tapi dalam, kuliah itu bukan cuma angka. Itu proses membangun diri. Pelan nggak apa, yang penting terus maju.

Karena di balik tumpukan laporan, catatan, dan angka-angka, ada seseorang yang sedang tumbuh dan Risna membuktikan hal itu dengan caranya sendiri.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.