Inspirasi Wisudawan UBSI Kampus Karawang yang Berkarier hingga Singapura

0 33

BSINews, Karawang – Muhammad Ridzki Nugraha menjadi salah satu wisudawan yang menarik perhatian dalam rangkaian Wisuda Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif di BSI Convention Center Bekasi, Jawa Barat, pada hari Minggu hingga Jumat, 30 November-5 Desember. Lulusan asal Karawang tersebut dinobatkan sebagai wisudawan terbaik setelah menempuh perjalanan akademik yang bermula dari rutinitas sederhana di perpustakaan kampus hingga mengantarkannya pada karier profesional di perusahaan teknologi berbasis Singapura.

Perjalanan Ridzki dari Ruang Perpustakaan hingga Berkarier sebagai Software Engineer di Kancah Global

Ridzki mengenang awal masa kuliahnya di UBSI kampus Karawang bukan dari ruang kelas atau organisasi, melainkan dari perpustakaan yang menurutnya menjadi tempat ia menemukan ritme belajar dan konsistensi. Ia menilai bahwa ruang sunyi tersebut membantu membentuk kedisiplinan dalam memahami materi perkuliahan.

“Itu ruang favorit saya selama kuliah. Tenang dan jujur dalam membentuk seseorang,” ucapnya dalam keterangan rilis, Kamis (04/12).

Selain itu, ia memilih Program Studi (Prodi) Sistem Informasi karena melihat perpaduan antara logika teknologi dan manajemen. Dua mata kuliah yang disebutnya paling berpengaruh, yaitu Web Programming dan Project Management, menjadi fondasi ketika ia memasuki dunia kerja sebagai software engineer. Ia menyampaikan bahwa pengalaman belajar di kampus membuat masa adaptasi di industri jauh lebih mudah.

Baca juga: HIMASIA UBSI Kampus Karawang Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Workshop ABSS

Perjalanan akademik Ridzki tidak sepenuhnya mulus. Ia pernah aktif sebagai staf divisi komunikasi dan informasi di Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) UBSI kampus Karawang sebelum mundur karena padatnya jadwal akademik dan organisasi. Meski demikian, keputusan tersebut justru membuka jalan baru yang mengubah arah pendidikannya.

Setelah itu, ia diterima di Program Bangkit Academy yang diinisiasi Google, Tokopedia, dan Traveloka dengan fokus cloud computing dan memperoleh nilai mendekati sempurna. Kesempatan berikutnya hadir melalui program AWS Restart hingga meraih sertifikasi internasional. Kesempatan lain kembali datang lewat kelas Python Code in Place Stanford University, mempertemukannya dengan mahasiswa dari UCLA, Stanford, Harvard, dan Monash University. Ia bahkan mendapat tawaran menjadi mentor, namun memilih fokus pada magang yang akhirnya membawanya menjadi karyawan tetap.

Saat dinobatkan sebagai wisudawan terbaik UBSI kampus Karawang, Ridzki mengaku penghargaan tersebut tidak pernah menjadi target utamanya.

“Saya hanya melakukan yang perlu dilakukan setiap hari. Sisanya bonus,” tuturnya.

Kini, ia bekerja penuh waktu secara remote di perusahaan teknologi berbasis Singapura. Ke depan, ia menargetkan posisi sebagai senior software engineer dan berencana melanjutkan studi S2. Ia juga membuka kemungkinan untuk kembali melanjutkan pendidikan di UBSI kampus Karawang karena menilai biaya kuliah tetap relevan serta pengalaman belajar lebih ditentukan oleh pola belajar mahasiswanya.

Ia menegaskan bahwa perkembangan dunia teknologi berjalan sangat cepat sehingga mahasiswa tidak dapat mengandalkan pembelajaran dari kurikulum formal semata.

“Industri berubah cepat. Mahasiswa harus mau menjemput ilmu sendiri,” katanya.

Melalui pesannya kepada para mahasiswa, Ridzki menekankan pentingnya konsistensi dan komitmen dalam meraih tujuan.

“Cintai apa yang kamu kerjakan. Lanjutkan yang sudah dimulai. Selesaikan dengan tanggung jawab,” ungkapnya.

Baca juga: UBSI Kampus Digital Kreatif Gerakkan Literasi AI di Kalangan Pelajar Karawang

Ia berharap lulusan UBSI kampus Karawang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global dengan tetap adaptif terhadap perkembangan industri. Ia menambahkan bahwa perubahan jangan disikapi dengan kecemasan, melainkan dengan kesiapan untuk belajar hal baru dan terus berkembang.

Perjalanan Muhammad Ridzki Nugraha membuktikan bahwa kesuksesan dapat berawal dari langkah kecil dan tempat sederhana. Dari perpustakaan kampus menuju karier internasional, kisahnya memberi inspirasi bahwa ketekunan, konsistensi, dan keberanian mengambil peluang memiliki peran besar dalam membuka jalan menuju masa depan yang lebih luas.(Dina Olivia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.