Partisipasi UBSI Kampus Yogyakarta dalam Kuliah Umum Doktor Kajian Pariwisata UGM

0 17

BSINews, Yogyakarta – Kuliah umum kembali menunjukkan komitmen akademik dengan menghadirkan dua dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta sebagai perwakilan pada kegiatan Program Studi Doktor Kajian Pariwisata Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara ini bertempat di Auditorium Lantai 5 Gedung SPs UGM mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB, dan berlangsung pada Selasa (25/11) dengan diikuti oleh mahasiswa pascasarjana, akademisi, pelaku industri pariwisata, serta masyarakat umum.

Kegiatan dibuka oleh moderator sebelum kemudian menghadirkan narasumber utama, Ir. Rizki Handayani Mustafa, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Industri dan Investasi. Dalam kuliah umum bertema “Pariwisata Tematik sebagai Ruang Inovasi dan Kemitraan Strategis Menuju Industri Pariwisata Berkelanjutan”, Rizki membahas arah pembangunan pariwisata Indonesia yang semakin menekankan pada keberlanjutan, kekuatan budaya, serta peluang investasi di sektor tematik.

Pembahasan Materi Kuliah Umum dan Dampak Pariwisata 2025

Rizki menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal pariwisata yang sangat kompetitif. Daya tarik alam yang diakui dunia, keragaman budaya, kuliner, serta praktik kesehatan tradisional menjadi fondasi kuat bagi pengembangan wisata tematik. Ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata terus berperan sebagai penggerak ekonomi nasional melalui empat lapangan usaha dominan: akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, jasa perusahaan, serta sektor jasa lainnya yang tumbuh seiring meningkatnya mobilitas wisatawan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kinerja pariwisata sepanjang tahun 2025 menunjukkan progres positif. Realisasi investasi mencapai 94,92 persen secara year-to-date, menandakan minat investor yang tetap stabil dan tingginya kepercayaan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata.

Baca Juga: UBSI Kampus Yogyakarta Gencarkan Sosialisasi Kompetisi Mahasiswa untuk Tingkatkan Prestasi Non-Akademik

“Rangkaian kegiatan KEN dan event non-KEN yang berlangsung sepanjang Januari hingga November 2025 memberikan dampak ekonomi signifikan bagi banyak daerah, mulai dari meningkatnya aktivitas UMKM, kenaikan tingkat hunian hotel, hingga tumbuhnya pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara,” ucap Rizki dalam keterangan rilis, Rabu (26/11).

Dalam pemaparannya, Rizki juga menekankan pentingnya pengembangan ekosistem pariwisata tematik sebagai strategi jangka panjang. Beberapa fokus kebijakan meliputi wellness tourism, wisata budaya, wisata kuliner, hingga pengembangan gastronomi sebagai identitas kuliner nasional. Wellness tourism dinilai memiliki peluang besar berkat kekayaan tradisi pengobatan dan kekuatan alam Indonesia, sementara gastronomi menjadi aspek yang terus berkembang karena ragam kuliner Nusantara memiliki daya tarik budaya yang tinggi.

Dua dosen UBSI kampus Yogyakarta yang hadir, Emmita Devi Hari Putri dan Atun Yulianto memberikan tanggapan positif atas materi yang disampaikan. Emmita mengungkapkan bahwa penjelasan mengenai gastronomi sangat relevan dengan topik disertasi doktoralnya.

“Banyak sudut pandang baru yang bisa saya integrasikan ke dalam kajian penelitian saya,” jelasnya.

Baca juga: UBSI Kampus Yogyakarta Ikut Bahas Pariwisata Tematik dan Dampak KEN di UGM

Sementara itu, Atun menilai bahwa paparan narasumber membuka peluang penelitian lanjutan mengenai pengembangan pariwisata tematik.

“Materi yang disampaikan memberikan inspirasi untuk memperdalam riset mengenai ekosistem pariwisata dan arah kebijakan strategis,” ungkapnya.

Partisipasi UBSI kampus Yogyakarta dalam kuliah umum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas penelitian dosen sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen untuk terus mendorong kontribusi akademik dalam pembangunan pariwisata nasional yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.(Dina Olivia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.