Monitoring Berkala, Tim PKM UBSI Kampus Sukabumi Dorong Peningkatan Kapasitas Bank Sampah IPPEC

0 40

BSINews, Sukabumi — Tim Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Progres Mitra bersama Bank Sampah IPPEC Sukabumi pada Sabtu (06/12). Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meninjau capaian program, mengevaluasi efektivitas pelatihan diversifikasi produk maggot, serta menyusun tindak lanjut guna mempercepat komersialisasi produk yang dikelola mitra.

Monev PKM Dorong Penguatan Produksi Maggot dan Branding Bank Sampah IPPEC Sukabumi

Kegiatan Monev dipimpin oleh Lis Saumi Ramdhani selaku ketua kelompok hibah, didampingi anggota tim: Yusti Farlina, Andi Riyanto, serta dua mahasiswa pendamping, Saela Nurusysyifa dan Asti Septiani. Program ini merupakan hibah yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Pendanaan 2025.

Monitoring dilakukan langsung di area produksi maggot untuk memastikan proses pengolahan yang telah diajarkan sebelumnya diterapkan secara konsisten. Tim juga mengevaluasi penggunaan alat produksi dan aplikasi pencatatan keuangan yang telah diserahkan pada tahap awal program. Aspek yang dinilai mencakup, efektivitas proses produksi, manajemen operasional, pemanfaatan alat penunjang, hingga strategi pemasaran yang sudah berjalan. Proses evaluasi menyeluruh ini bertujuan memastikan mitra mampu memanfaatkan sarana yang tersedia secara maksimal.

Selain evaluasi teknis, tim hibah juga melakukan pendampingan terkait penguatan branding produk maggot. Saran strategis diberikan, antara lain, penggunaan media sosial sebagai kanal pemasaran, perbaikan desain kemasan, penetapan harga yang sesuai analisis pasar lokal. Upaya ini diharapkan dapat membantu Bank Sampah IPPEC meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pasar.

Dalam sesi diskusi, Lis Saumi Ramdhani menegaskan bahwa evaluasi rutin merupakan bagian penting untuk menjaga keberlanjutan program:

“Monitoring ini bukan semata menilai hasil, tetapi memetakan hambatan yang nyata agar kami dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat sasaran. Tujuan akhirnya adalah membantu mitra tidak hanya memproduksi, tetapi juga memasarkan produk yang layak dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Minggu (7/12).

Baca juga : Evaluasi Lapangan Perkuat Strategi Pengembangan Produk Maggot Bank Sampah IPPEC

Ia kemudian menambahkan bahwa kegiatan Monev memberi gambaran jelas terkait perkembangan di lapangan:

“Kami menemukan progres positif, namun juga beberapa aspek yang perlu diperbaiki seperti standarisasi kemasan dan pencatatan produksi. Tim akan menyiapkan modul lanjutan sesuai kebutuhan mitra,” jelasnya.

Hasil monitoring menghasilkan beberapa rekomendasi konkret, antara lain, penerapan standar mutu sederhana, perbaikan label dan kemasan agar siap masuk ritel lokal, pembukuan usaha mikro yang lebih terstruktur, pelaksanaan uji pasar terbatas. Tim juga merencanakan pelatihan lanjutan terkait branding dan pemasaran digital untuk memperkuat strategi penjualan.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM UBSI kampus Sukabumi kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi akademik yang relevan bagi masyarakat. Dengan tindak lanjut yang terarah, Bank Sampah IPPEC diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memaksimalkan potensi ekonomi dari pengelolaan limbah organik di Sukabumi. (Aurora)

Leave A Reply

Your email address will not be published.