Edukasi Nilai Pancasila di SDN Kondangjaya 3 untuk Menguatkan Pondasi Etika Siswa

0 11

BSINews, Karawang — Peningkatan pemahaman etika dan karakter berbasis Pancasila menjadi perhatian penting setelah hasil observasi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kondangjaya 3, Karawang Timur, menunjukkan rendahnya perilaku disiplin, sikap toleransi, serta penggunaan bahasa santun di kalangan siswa kelas 3C. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Jumat (17/10).

Edukasi Etika dan Moral Siswa SD melalui Metode Cerita dan Permainan Tematik

Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pondasi beretika bagi anak usia dini melalui metode pembelajaran yang informatif dan interaktif. Program dipimpin oleh empat mahasiswa, yaitu Rafi Ahmad Basayev sebagai koordinator kegiatan dan komunikasi, Hana Saffana Aprillia sebagai penyusun materi dan dokumentasi, Saipul Nurhadi sebagai desainer publikasi, serta Salwa Fatchurrohmah Zain sebagai koordinator permainan edukatif.

Dalam pelaksanaannya, tim menyampaikan materi setiap sila Pancasila melalui cerita dan ilustrasi sederhana yang mudah dipahami siswa. Mereka juga memberikan contoh konkret tentang penggunaan bahasa santun, sikap hormat kepada guru, kemampuan bekerja sama, dan kebiasaan saling membantu. Siswa diajak mengikuti permainan tematik agar penyampaian nilai Pancasila terasa dekat dan menyenangkan.

“Anak-anak sebenarnya cepat memahami hal baik ketika disampaikan dengan cara yang sesuai usia mereka,” ucap Salwa Fatchurrohmah Zain dalam keterangan rilis, Sabtu (18/10).

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan interaktif tersebut membantu siswa terlibat lebih aktif selama kegiatan dan membuat suasana belajar terasa lebih cair. Hal ini membuat penyampaian nilai moral menjadi lebih mudah dipahami.

“Melalui permainan dan cerita, mereka tidak merasa digurui, tetapi tetap menangkap pesan moral yang ingin disampaikan.” tambahnya.

Baca juga: Kuliah Perhotelan, Pilihan Tepat Generasi Z untuk Berkarier di Era Hospitality Modern

Selain itu, permainan edukatif yang diberikan membantu siswa mempraktikkan cara menyampaikan pendapat, berbicara sopan, serta menunjukkan sikap saling menghargai. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena membantu memperkuat penanaman nilai Pancasila sejak usia dini.

Wali kelas 3C memberikan apresiasi terhadap pendekatan yang dilakukan mahasiswa.

“Anak-anak tampak antusias dan lebih mudah memahami nilai etika ketika penyampaiannya dibuat menyenangkan,” ujarnya.

Meskipun dilaksanakan dalam waktu terbatas, observasi selama kegiatan menunjukkan perkembangan positif. Siswa semakin mampu menyebutkan sila-sila Pancasila serta memberikan contoh perilaku yang sesuai. Sikap mereka juga mulai berubah, seperti tidak mengejek teman, berbicara sopan, serta menghargai giliran saat permainan berlangsung.

Menurut Rafi Ahmad Basayev, hasil tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan karakter yang aplikatif, terutama bagi siswa yang membutuhkan contoh nyata untuk memahami nilai-nilai dasar. Ia menilai bahwa pendekatan yang mudah diterapkan di kegiatan sehari-hari membantu siswa melihat bahwa nilai luhur tidak hanya diajarkan, tetapi juga dapat dijalani dalam tindakan sederhana.

“Pancasila bukan hanya hafalan. Ketika anak-anak memahami maknanya, mereka bisa menghubungkan nilai-nilainya dengan pengalaman mereka sehari-hari.” ujarnya

Baca juga: Rumah Kedua bagi Mahasiswa yang Tumbuh Bersama Komunitas Positif di UBSI Kampus Karawang

Begitu pula, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung pembentukan karakter beretika di lingkungan sekolah dasar di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Pendekatan kreatif dan humanis dianggap efektif untuk membangun generasi yang disiplin, toleran, dan berbudaya.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya dalam memajukan pendidikan karakter melalui program PKM yang berkelanjutan. Melalui edukasi nilai Pancasila, mahasiswa turut berkontribusi membentuk generasi muda yang berakhlak baik, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan era digital.(Dina Olivia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.