BSINews, Jakarta — Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan Workshop Pembekalan Sertifikasi Analis Program bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Rabu (10/12) pukul 18.30 hingga selesai, dengan tujuan mempersiapkan mahasiswa menghadapi uji sertifikasi analis program yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.
UBSI Gelar Pembekalan Sertifikasi Analis Program
Workshop dibuka oleh moderator Wati Erawati yang memandu jalannya acara dari awal hingga akhir. Kepala Program Studi Teknologi Informasi, Hendra Supendar, turut memberikan sambutan yang berisi motivasi bagi mahasiswa agar siap mengikuti sertifikasi dan mampu meraih predikat kompeten di bidang analis program.
Materi inti disampaikan oleh Sri Muryani, dosen UBSI sekaligus asesor kompetensi untuk bidang analis program. Dalam pemaparannya, Sri Muryani menjelaskan berbagai hal yang harus dipersiapkan mahasiswa sebelum mengikuti uji sertifikasi, mulai dari kelengkapan administrasi, pemahaman unit kompetensi, hingga contoh kasus yang biasanya muncul dalam proses asesmen.
Sri Muryani juga menekankan pentingnya sertifikasi bagi mahasiswa sebagai pembuktian profesional atas kemampuan yang dimiliki. Ia menyampaikan bahwa sertifikasi tidak hanya menjadi bagian dari persyaratan akademik, tetapi juga berfungsi sebagai dokumen pendamping kompetensi yang dapat meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
“Sertifikasi menjadi nilai tambah yang menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk bersaing di industri,” ujarnya dari keterangan rilis yang diterima pada Jumat (12/12).
Baca juga : UBSI Gelar Workshop Pembekalan Sertifikasi MikroTik Secara Daring untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi, dengan total 150 mahasiswa mengikuti pembekalan dari total 220 mahasiswa yang terdaftar di Program Studi Teknologi Informasi.
Dengan terselenggaranya workshop ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri serta mendorong mahasiswa memiliki sertifikasi profesi yang diakui secara nasional. (Alisa)