Siap Bersaing di Tingkat Nasional, UBSI Matangkan Strategi Proposal Hibah 2026
BSINews, Jakarta-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Digital Kreatif dalam memperkuat budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat melalui penyelenggaraan Sosialisasi Penerimaan Proposal Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek Tahun 2026. Kegiatan yang digelar secara daring pada Rabu (10/12) ini menjadi ruang strategis bagi dosen untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan dalam menghadapi skema pendanaan hibah nasional.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBSI ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh terkait mekanisme penyusunan proposal, ketentuan pendanaan, hingga standar penilaian hibah penelitian dan PkM yang akan diterapkan pada tahun pendanaan 2026. Sosialisasi ini sekaligus menjadi wujud nyata peran UBSI dalam mendorong lahirnya riset dan program pengabdian yang inovatif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Dr. Diah Puspitasari yang menegaskan bahwa kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat merupakan indikator penting dalam kemajuan perguruan tinggi.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan para dosen UBSI memiliki pemahaman yang kuat dan kesiapan yang matang dalam menyusun proposal hibah. Partisipasi aktif dalam skema Kemdiktisaintek bukan hanya meningkatkan rekam jejak akademik dosen, tetapi juga memperluas kontribusi UBSI dalam pembangunan berbasis riset,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu, (10/12).
Sosialisasi menghadirkan narasumber berpengalaman di bidangnya. Pada sesi pertama, Titik Misriati, memaparkan ketentuan umum hibah penelitian, prosedur pengajuan proposal, serta kriteria penilaian yang menjadi acuan pendanaan tahun 2026. Ia menekankan pentingnya kesesuaian topik penelitian dengan fokus prioritas nasional, ketajaman metodologi, serta integritas akademik sebagai kunci utama proposal yang berkualitas.
Sementara itu, pada sesi kedua, Haryani, menyampaikan pemaparan mendalam mengenai penyusunan proposal Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Ia menyoroti pentingnya aspek kebermanfaatan dan keberlanjutan program agar PkM tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Proposal PkM harus mampu menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat serta memiliki kesinambungan program. Dengan perencanaan yang matang dan pemanfaatan sistem Kemdiktisaintek secara tepat, peluang untuk lolos pendanaan akan semakin besar,” jelas Haryani.
Baca juga: Sinergi Riset Dosen Menguat Koordinasi Proposal Hibah BIMA 2025 Dilaksanakan Secara Daring
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh dosen dari berbagai program studi di lingkungan UBSI dan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang produktif. Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran dosen akan pentingnya hibah penelitian dan pengabdian sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.