BSINews, Karawang – Workshop Beyond Artificial Intelligence (AI) Outlook 2026 bertajuk “Boost Your Career with AI: The Key to Success in the Digital Era” menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum untuk memahami peran kecerdasan buatan dalam mendukung karier dan industri digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang dalam mendorong literasi teknologi, serta diinisiasi oleh mahasiswa penerima beasiswa jalur undangan, yang digelar di UBSI kampus Karawang pada Senin (15/12).
Workshop Beyond AI dan Tantangan Dunia Kerja Masa Depan
Kegiatan ini menghadirkan Alex Suhardi selaku Partner of Digital Creative Community (DICO), sebagai narasumber utama yang mengulas tren kecerdasan buatan secara global serta dampaknya terhadap dunia kerja. Selain itu, hadir pula Salman Alfarizi selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknologi Informasi UBSI kampus Karawang, yang memberikan pandangan akademik terkait kesiapan sumber daya manusia di era digital.
Acara dibuka secara resmi oleh Hasan Basri selaku Kepala Kampus UBSI kampus Karawang. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam menghadapi transformasi digital.
“Perkembangan AI tidak bisa dihindari. Yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan memanfaatkan teknologi secara etis dan produktif,” ucapnya dalam keterangan rilis, Kamis (18/12).
Baca juga: Seminar Akselerasi Transformasi Digital UBSI Kampus Karawang Hadirkan Alumni Inspiratif
Dalam pemaparannya, Alex Suhardi menjelaskan bahwa kecerdasan buatan telah mengubah lanskap pekerjaan secara signifikan. Menurutnya, AI bukan sekadar alat bantu teknologi, melainkan katalis perubahan yang menuntut peningkatan keterampilan manusia.
“AI tidak menggantikan manusia, tetapi manusia yang mampu bekerja berdampingan dengan AI-lah yang akan bertahan. Kunci suksesnya ada pada kemampuan belajar ulang, kreativitas, dan pemahaman data,” ujarnya.
Sementara itu, Salman Alfarizi menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri. Ia menyebutkan bahwa integrasi materi AI dalam kurikulum perlu dibarengi dengan penguatan soft skills.
“Mahasiswa perlu dibekali tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga etika digital, komunikasi, dan problem solving. Workshop seperti ini menjadi jembatan antara teori dan praktik,” tuturnya.
Workshop Beyond AI Outlook 2026 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa lintas program studi, siswa SMA/SMK, hingga masyarakat umum. Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang mencerminkan tingginya minat peserta terhadap peluang dan tantangan kecerdasan buatan.
Baca juga: Talenta Muda UBSI Karawang: Wadah Kreatif Mencetak Inovator Masa Depan
Menariknya, kegiatan ini sepenuhnya diinisiasi dan dikelola oleh mahasiswa penerima beasiswa jalur undangan UBSI kampus Karawang. Irfan Sopandi selaku Ketua panitia, menyampaikan bahwa workshop ini lahir dari kesadaran mahasiswa akan pentingnya berbagi pengetahuan.
“Kami ingin menghadirkan acara yang relevan dan bermanfaat, tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk masyarakat luas. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kami sebagai penerima manfaat pendidikan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi antara sivitas akademika dan mahasiswa diharapkan mampu mencetak generasi muda yang unggul, kreatif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri digital yang terus berkembang.(Dina Olivia)