BSINews, Surakarta – Dinas Kesehatan Kota Surakarta menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kader Tuberkulosis (TBC) se-Kota Surakarta pada Kamis–Jumat, 4–5 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan di Hotel Amaris Surakarta sebagai upaya memperkuat pengendalian TBC berbasis masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dorong Penguatan Pelaporan Berbasis Aplikasi
Kegiatan Monev tersebut diikuti oleh kader TBC dari seluruh wilayah Kota Surakarta yang selama ini berperan aktif dalam penemuan kasus, pelacakan kontak erat, pendampingan pengobatan, serta edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Yudi Agung S., serta sejumlah akademisi dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, yaitu Supriyanta, Sardiarinto, Candra Agustina, dan Wawan Nugroho, sebagai bentuk dukungan akademik dan kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian TBC.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan materi aplikasi pelaporan TBC yang disampaikan oleh Syaid Andika selaku pengembang aplikasi. Materi meliputi alur penggunaan aplikasi, mekanisme pelaporan aktivitas kader, hingga pemantauan pasien TBC secara lebih sistematis dan terintegrasi.
Yudi Agung S. menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan efektivitas kerja kader di lapangan.
“Dengan aplikasi pelaporan ini, proses pencatatan dan monitoring kasus TBC dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan mudah diakses oleh tenaga kesehatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12).
Baca juga: UBSI Kampus Solo Cetak Antusiasme Besar di Solo Education Expo 2025
Sementara itu, Supriyanta, akademisi yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo, menilai penggunaan aplikasi digital mampu memperkuat peran kader TBC di tingkat masyarakat.
“Pemanfaatan teknologi berbasis aplikasi dapat membantu kader dalam melaporkan kegiatan secara real time, sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data bagi Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kota Surakarta berharap sinergi antara kader TBC, perguruan tinggi, dan pengembang aplikasi dapat terus diperkuat guna mendukung pencapaian target pengendalian dan eliminasi TBC di Kota Surakarta secara berkelanjutan.(Tiara Sari)