113 Ribu Calon Mahasiswa Lepas Kursi PTN, Masih Yakin Kampus Negeri Selalu Jadi Pilihan Terbaik?

0 10

BSINews, Pontianak – 113 ribu calon mahasiswa lepas kursi PTN. Angka ini bukan typo, bukan juga clickbait. Bayangkan, lebih dari seratus ribu orang yang sudah lolos seleksi justru memilih tidak mengambil kursinya. Pertanyaannya sederhana, kalau kampus negeri memang selalu jadi “jalan hidup paling benar”, kenapa banyak yang akhirnya mundur?

Selama ini kita sering dicekoki kalimat, “Pokoknya harus masuk PTN, biar masa depan aman.” Seolah-olah setelah memakai jaket almamater negeri, hidup langsung auto sukses, gaji dua digit, dan masa depan tanpa drama. Sayangnya, kenyataan di lapangan tidak seindah postingan motivasi di media sosial.

Faktanya, sebanyak 113 ribu calon mahasiswa akhirnya menyerah di garis akhir. Bukan karena tidak pintar, melainkan karena biaya UKT yang terasa makin berat, jurusan yang tidak sesuai impian, sampai biaya hidup yang bikin orang tua harus berpikir berkali-kali. Lolos seleksi ternyata belum tentu berarti bisa benar-benar kuliah.

Baca juga : Rekomendasi Kampus dengan Jurusan Informatika Terbaik di Pontianak

Data yang dirilis media nasional menyebutkan sekitar 113 ribu calon mahasiswa tidak melakukan daftar ulang setelah dinyatakan lolos PTN. Fenomena ini menjadi bukti bahwa persoalan pendidikan tinggi hari ini bukan lagi soal lolos atau tidak lolos, tetapi soal apakah kuliah itu benar-benar masih bisa dijangkau.

113 Ribu Calon Mahasiswa Lepas Kursi PTN, Gengsi Tidak Bisa Dipakai Bayar UKT

Ketika UKT harus dibayar, biaya kos mulai dihitung, uang makan naik, ongkos pulang kampung ikut dipikirkan, barulah semua sadar kalau gengsi ternyata tidak bisa ditransfer lewat mobile banking.

Generasi sekarang juga mulai berubah. Mereka tidak lagi sekadar mengejar nama besar kampus. Yang dicari adalah tempat kuliah yang masuk akal, biaya sesuai kemampuan, kualitasnya bagus, dan setelah lulus punya peluang kerja yang jelas. Karena percuma punya almamater terkenal kalau setelah wisuda masih bingung harus mulai dari mana.

Dunia kerja hari ini pun sudah berubah. HRD jauh lebih tertarik melihat portofolio, pengalaman organisasi, sertifikasi, kemampuan komunikasi, hingga skill digital dibanding hanya melihat tulisan “PTN” atau “PTS” di ijazah.

Kampus Berkualitas Tidak Selalu Harus Negeri

Inilah yang membuat banyak calon mahasiswa mulai melirik Perguruan Tinggi Swasta yang memang serius membangun kualitas pendidikan.

Di Pontianak, salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan adalah Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak. Kampus ini telah mengantongi Akreditasi Institusi Unggul, sehingga kualitas akademiknya tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Kalau masih menganggap kampus swasta itu “pilihan terakhir”, mungkin sudah saatnya update cara berpikir. Dunia sudah berubah, tetapi stigma sebagian orang masih tertinggal beberapa tahun di belakang.

Yang dicari perusahaan sekarang bukan siapa yang paling jago menyebut nama kampus saat perkenalan, melainkan siapa yang benar-benar bisa bekerja, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah.

Kuliah Itu Investasi, Bukan Ajang Adu Gengsi

UBSI Kampus Pontianak yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif menawarkan biaya kuliah yang lebih ramah di kantong dengan sistem pembayaran yang fleksibel. Bagi banyak keluarga, ini menjadi solusi agar pendidikan tinggi tetap bisa ditempuh tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan.

Selain itu, kurikulum yang diterapkan juga disusun mengikuti kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali praktik, proyek nyata, hingga pengalaman yang membuat mereka lebih siap memasuki dunia kerja.

Program Studi Sistem Informasi, Informatika, dan Akuntansi menjadi tiga pilihan favorit karena memiliki peluang karier yang sangat besar di era digital. Mulai dari Software Engineer, Data Scientist, AI Specialist, IT Consultant, hingga Financial Auditor merupakan profesi yang terus dibutuhkan berbagai perusahaan.

Jangan Sampai Salah Pilih Karena Ikut Omongan Orang

Melepas kursi PTN memang bukan keputusan yang mudah. Namun, bukan berarti masa depan ikut hilang. Justru banyak mahasiswa sukses lahir dari keputusan yang realistis, bukan sekadar mengikuti ekspektasi lingkungan.

Tim Marketing Communication UBSI Kampus Pontianak menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah status kampus negeri atau swasta, melainkan bagaimana sebuah kampus mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.

Baca juga : Ini 7 Alasan Gen Z Lebih Memilih Bangun Bisnis daripada Menunggu Kerja

Penerimaan Mahasiswa Baru UBSI Kampus Pontianak Tahun Akademik 2026 masih dibuka. Proses pendaftaran juga bisa dilakukan secara online sehingga lebih praktis dan mudah diakses.

Karena pada akhirnya, perusahaan tidak pernah bertanya, “Dulu kamu ditolak atau diterima PTN?” Yang mereka tanyakan adalah, “Apa yang bisa kamu kerjakan?” Dan di situlah nilai seorang lulusan benar-benar diuji.

Leave A Reply

Your email address will not be published.