Freelance atau Karyawan Tetap? Dosen BSI Beri “Peta Karier” bagi Lulusan Digital
BSINews, Tasikmalaya — Lulusan baru di bidang digital kerap dihadapkan pada dua pilihan karier yang sama-sama menarik: menjadi freelancer dengan fleksibilitas tinggi atau karyawan tetap dengan kestabilan kerja. Menjawab dilema tersebut, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif, Bambang Kelana Simpony, membagikan “peta karier” agar lulusan muda dapat menentukan langkah secara lebih strategis dan realistis.
Freelance atau Karyawan Tetap? Dosen BSI Beri “Peta Karier” bagi Lulusan Digital
Menurut Bambang, pilihan antara freelancer dan karyawan tetap sering disalahartikan sebagai pertarungan antara kebebasan dan keterikatan. Padahal, keduanya merupakan strategi karier yang bisa disesuaikan dengan fase kehidupan masing-masing individu.
“Tidak ada pilihan yang benar atau salah. Yang ada adalah pilihan yang paling sesuai dengan kondisi dan tujuan karier seseorang saat ini,” ujarnya dalam keterangan rilis Rabu (7/1).
Ia memetakan jalur freelancer sebagai pilihan bagi individu yang menginginkan fleksibilitas waktu dan tempat kerja, variasi proyek dari berbagai klien, serta peluang penghasilan yang tidak terbatas. Namun, jalur ini menuntut kedisiplinan tinggi karena penghasilan yang fluktuatif, pengelolaan administrasi mandiri, serta keharusan aktif membangun jaringan profesional.
Sementara itu, jalur karyawan tetap dinilai cocok bagi lulusan yang mengutamakan stabilitas penghasilan, jenjang karier yang jelas, pengalaman kerja tim, serta kesempatan belajar langsung dari mentor senior. Tantangannya terletak pada keterbatasan fleksibilitas waktu, rutinitas kerja, dan proses birokrasi dalam pengambilan keputusan.
Setelah fondasi tersebut terbentuk, lulusan memiliki pilihan yang lebih luas, baik melanjutkan karier dengan posisi lebih tinggi di perusahaan maupun beralih menjadi freelancer dengan modal pengalaman dan jaringan yang sudah matang. “Saat itu, mereka tidak lagi memulai dari nol,” tambah Bambang.
Baca Juga : UBSI Kampus Tasikmalaya Siapkan Mahasiswa Hadapi Tren Pekerjaan Hybrid dan Freelance Digital
Ia menegaskan, pendekatan inilah yang menjadi dasar sistem pembelajaran di UBSI. Kampus tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis, tetapi juga menyiapkan mereka untuk menghadapi berbagai skenario karier.
“Proyek berbasis tim melatih budaya kerja kantor, sementara pembelajaran mandiri dan inkubator bisnis membentuk mental wirausaha. Kami ingin lulusan BSI siap memilih jalur karier apa pun sesuai tahap kehidupannya,” pungkasnya. (Sfkrhm)