Anak Zaman Sekarang dan Gadget: Siapa yang Mengendalikan Siapa?

0 39

BSINews, Tasikmalaya — Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola kehidupan masyarakat, termasuk cara anak-anak berinteraksi dengan perangkat digital. Saat ini, tidak sedikit anak usia dini yang sudah terbiasa menggunakan gawai seperti ponsel pintar dan tablet. Mereka mampu mengakses video, bermain gim, hingga menjelajahi platform digital secara mandiri. Fenomena ini mencerminkan kemajuan zaman, namun sekaligus memunculkan kekhawatiran yang patut mendapat perhatian serius.

Anak Zaman Sekarang dan Gadget: Siapa yang Mengendalikan Siapa?

Di satu sisi, perangkat digital memiliki potensi besar sebagai media edukatif. Beragam aplikasi dan konten pembelajaran memungkinkan anak mengenal huruf, angka, warna, bahkan bahasa asing dengan cara yang menarik. Namun di sisi lain, tanpa pendampingan yang tepat, penggunaan gawai justru berisiko menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan, menurunnya daya fokus, hingga terganggunya perkembangan sosial dan emosional anak.

Salah satu persoalan yang kerap muncul adalah keterikatan emosional anak terhadap gadget. Tidak jarang anak menunjukkan reaksi berlebihan, seperti tantrum, saat penggunaan gawai dibatasi. Kondisi ini menjadi indikator bahwa teknologi tidak lagi sekadar berfungsi sebagai sarana hiburan atau belajar, tetapi mulai menggantikan peran interaksi sosial yang seharusnya diperoleh anak dari lingkungan sekitarnya.

Dalam situasi ini, peran orang tua dan pendidik menjadi sangat krusial. Gadget seharusnya tidak dijadikan “alat penenang” instan, melainkan media pembelajaran yang digunakan secara terarah dan terkontrol. Orang tua perlu hadir dalam aktivitas digital anak, tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendamping yang memberi arahan, batasan, serta ruang dialog mengenai konten yang dikonsumsi anak.

Etika penggunaan teknologi perlu ditanamkan sejak dini. Mulai dari pengaturan waktu layar (screen time), pemilihan konten yang sesuai usia, hingga pembiasaan interaksi sosial di dunia nyata. Literasi digital bukan hanya kebutuhan orang dewasa, tetapi juga fondasi penting bagi anak-anak yang kelak tumbuh sebagai generasi digital sepenuhnya.

Sebagai institusi pendidikan berbasis teknologi, UBSI kampus Tasikmalaya berkomitmen untuk terus menyuarakan pentingnya literasi digital yang beretika dan seimbang, termasuk dalam konteks pengasuhan dan pendidikan anak. Kesadaran ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang sehat bagi generasi mendatang.

Baca Juga : Akreditasi, Program, dan Standar Pendidikan UBSI: Apa Artinya untuk Mahasiswa Zaman Sekarang?

Penggunaan teknologi oleh anak-anak memang tidak dapat dihindari. Namun yang harus terus dijaga adalah bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan: apakah mendukung tumbuh kembang anak secara positif, atau justru menghambat interaksi dan perkembangan alaminya. Oleh karena itu, pertanyaan “siapa yang mengendalikan siapa” antara anak dan gadget menjadi refleksi penting bagi keluarga, pendidik, dan masyarakat di tengah derasnya arus digitalisasi. (Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.