Dari TOEFL hingga Cerita Budaya, Ben Amos SpeakWise Hidupkan Seminar Bahasa Inggris di UBSI

0 45

BSINews, Kaliabang — Suasana Hall C BSI Convention Center terasa lebih hidup pada Jumat, 9 Agustus yang akan datang. Seorang praktisi bahasa Inggris asal luar negeri, Ben Amos dari SpeakWise, tampil energik dalam seminar bahasa Inggris yang diikuti mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Tidak hanya membahas TOEFL, Ben juga membagikan kisah personalnya selama delapan bulan tinggal di Indonesia yang penuh cerita dan tawa.

Belajar TOEFL Sambil Tertawa: Gaya Enerjik Ben Amos Warnai Seminar Bahasa Inggris

Dengan aksen khas native speaker dan gaya penyampaian yang komunikatif, Ben langsung mencuri perhatian peserta. Ia mengaku jatuh cinta pada budaya Indonesia, keramahan masyarakat, serta suasana sosial yang hangat. Bahkan, Ben mulai terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya lokal.

Sesi dibuka dengan cerita ringan tentang pengalaman pertamanya berada di Indonesia.
“Waktu awal datang, ke mana-mana selalu dipanggil, ‘Bule… bule… selfi, selfi!’,” ujar Ben sambil menirukan gaya warga yang ingin berfoto bersamanya. Cerita tersebut sontak mencairkan suasana dan membuat peserta merasa dekat dengan pembicara.

Dalam pemaparannya, Ben menjelaskan pentingnya memahami pola soal TOEFL serta strategi mengerjakan soal secara efektif. Ia menekankan bahwa kunci utama bukan hanya kemampuan bahasa, tetapi juga manajemen waktu dan kepercayaan diri. Materi disampaikan secara interaktif melalui simulasi soal, diskusi, dan latihan langsung bersama peserta.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung. Mahasiswa aktif menjawab pertanyaan, mengikuti simulasi, hingga berdiskusi langsung dengan Ben. Banyak di antara mereka mengaku materi TOEFL yang sebelumnya terasa rumit menjadi lebih mudah dipahami karena disampaikan dengan cara santai, energik, dan aplikatif.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, Muhamad Tabrani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UBSI dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan global.

Baca juga : Ketika Praktisi SpeakWise Berbagi TOEFL dan Kisah Cinta pada Indonesia

“UBSI tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga penguatan soft skill, termasuk kemampuan bahasa asing. Kami ingin mahasiswa siap kuliah, siap kerja, dan siap bersaing di tingkat internasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (12/01).

Ia juga menambahkan bahwa UBSI kampus Kaliabang terus membuka peluang bagi lulusan SMA dan SMK untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai jalur pendaftaran serta program beasiswa. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang tumbuh bagi mimpi dan potensi generasi muda.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak selalu harus berlangsung kaku di dalam kelas. Kehadiran Ben Amos dari SpeakWise tidak hanya membawa wawasan tentang TOEFL, tetapi juga kisah pertemuan budaya yang inspiratif.

Dengan energi, cerita, dan kedekatannya dengan budaya Indonesia, Ben menunjukkan bahwa belajar bahasa bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Sementara itu, UBSI terus menegaskan perannya sebagai kampus yang aktif, kreatif, dan konsisten membekali mahasiswa untuk melangkah lebih luas di masa depan. (Indari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.