BSINews, Tanggerang-UKM Pecinta Alam UBSI evakuasi korban banjir Ciledug dengan menurunkan perahu karet untuk membantu warga yang terjebak genangan air di kawasan Puri Kartika Lama, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten, pada Sabtu (23/1). Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai respons cepat atas banjir yang merendam permukiman dan memutus akses jalan warga.
Baca juga: UKM Pecinta Alam Universitas UBSI Kampus Tasikmalaya Gelar Pendidikan Dasar Angkatan XI
Banjir yang terjadi sejak pagi membuat sejumlah rumah terisolasi dan tidak dapat dijangkau kendaraan darat. Menyikapi kondisi tersebut, tim UKM Pecinta Alam Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bergerak membawa perahu karet serta perlengkapan keselamatan untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan. Dengan menyusuri arus air yang cukup deras, para relawan mahasiswa mengevakuasi warga menuju titik yang lebih aman.
Proses evakuasi difokuskan pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta warga yang membutuhkan penanganan khusus. Kehadiran perahu karet sangat membantu, terutama bagi warga yang tidak memungkinkan dievakuasi dengan berjalan kaki akibat ketinggian air dan arus yang tidak stabil.
Selain mengevakuasi korban, tim mahasiswa juga membantu warga mengamankan barang-barang penting dari dalam rumah serta memberikan dukungan moral di tengah situasi darurat. Kerja sama tim dan ketenangan dalam bertindak menjadi kunci keberhasilan proses evakuasi di lapangan.
Aksi cepat para mahasiswa ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai bantuan yang diberikan sangat berarti di saat akses bantuan masih terbatas. Keberanian para relawan yang tetap bertugas meski kondisi air cukup deras menunjukkan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi situasi kebencanaan.
Pembina UKM Pecinta Alam UBSI, Heru Purwanto, mengungkapkan rasa bangganya atas inisiatif mahasiswa yang turun langsung membantu warga.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dan keberanian mahasiswa UKM Pecinta Alam UBSI yang sigap menurunkan perahu karet untuk evakuasi warga. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya dibekali kecintaan terhadap alam, tetapi juga kemampuan dasar penyelamatan dan kepedulian sosial yang tinggi,”katanya, dalam keterangan rilis di Tanggerang, Sabtu (19/1).
Heru menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan pembinaan karakter mahasiswa di lingkungan kampus.
“Semoga aksi kemanusiaan ini menjadi contoh positif dan menginspirasi mahasiswa lain untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat bencana. Melalui aksi ini, UKM Pecinta Alam UBSI menegaskan komitmennya sebagai organisasi mahasiswa yang sigap, tangguh, dan peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik dan teknologi, tetapi juga mendorong mahasiswanya untuk memiliki kepedulian sosial dan kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat di berbagai situasi.
Aksi penyelamatan di Ciledug ini sekaligus memperlihatkan bahwa peran mahasiswa tidak terbatas di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat saat dibutuhkan.